Berita  

6.000 CEO Mengungkap Fakta AI Tak Berguna




Implementasi AI Masih Belum Mencapai Ekspektasi di Dunia Usaha

Implementasi AI Masih Belum Mencapai Ekspektasi di Dunia Usaha

Jakarta, CNBC Indonesia – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) ternyata belum memberikan dampak signifikan bagi dunia usaha. Hasil riset terhadap hampir 6.000 eksekutif perusahaan di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Australia menunjukkan bahwa mayoritas pimpinan perusahaan belum melihat adanya perubahan berarti akibat penggunaan AI.

Adopsi AI di Dunia Usaha

Studi yang dilakukan oleh National Bureau of Economic Research (NBER) melibatkan para CEO, CFO, serta eksekutif dari berbagai skala perusahaan di keempat negara tersebut. Dari hasil survei tersebut, lebih dari 80% responden tidak mendeteksi dampak yang jelas dari AI terhadap ketenagakerjaan maupun produktivitas perusahaan.

Adopsi teknologi AI sendiri telah cukup luas, dengan penggunaan yang paling umum adalah untuk pembuatan teks menggunakan model bahasa besar (Large Language Models atau LLM). Namun, dampak nyata terhadap operasional bisnis dinilai masih sangat terbatas. Sebagian besar manajer menyatakan bahwa AI tidak memengaruhi jumlah tenaga kerja maupun produktivitas perusahaan.

Proyeksi Masa Depan dan Ekspektasi Eksekutif

Para eksekutif memperkirakan bahwa efektivitas AI akan mulai terasa dalam waktu tiga tahun mendatang. Namun, NBER memproyeksikan bahwa penggunaan AI berpotensi mengurangi sekitar 1,75 juta pekerjaan di keempat negara tersebut. Para responden juga memperkirakan peningkatan produktivitas bisnis sekitar 1,4% dalam jangka waktu yang sama.

Di sisi lain, terdapat perbedaan sudut pandang antara karyawan dan eksekutif senior terkait dampak AI. Para pekerja cenderung memprediksi AI akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meskipun dengan kenaikan produktivitas yang lebih kecil.

Bukti Nyata: Manfaat Komersial AI Belum Penuhi Ekspektasi

Temuan dari NBER menambah daftar bukti bahwa manfaat komersial AI belum memenuhi ekspektasi. Survei yang melibatkan pemimpin bisnis menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden tidak melihat peningkatan pendapatan atau penurunan biaya setelah mengadopsi AI.

Riset lain juga menemukan bahwa inisiatif AI belum sepenuhnya berhasil dalam mendongkrak pendapatan perusahaan. Meskipun terdapat klaim agresif dari beberapa petinggi teknologi terkait otomatisasi pekerjaan melalui AI, kenyataannya implementasi AI saat ini baru memberikan peningkatan produktivitas yang terbatas.


Source link