Berita  

Kekhawatiran AS terhadap Regulasi RI: Perspektif SEO Terbaik

Dukungan Publik AS untuk Larangan Penggunaan HP di Sekolah

Penggunaan telepon seluler atau handphone (HP) di sekolah telah menjadi perhatian serius di Amerika Serikat (AS). Mayoritas warga AS kini mendukung larangan penggunaan HP oleh siswa selama jam pelajaran.

Menurut survei Pew Research Center yang dikutip oleh Mashable, 77% warga AS mendukung kebijakan yang melarang siswa sekolah menengah pertama dan atas menggunakan HP selama jam pelajaran. Hanya 18% yang menolak kebijakan tersebut, sementara 6% lainnya menyatakan tidak yakin.

Dukungan untuk Larangan HP Sepanjang Hari Sekolah Meningkat

Dukungan terhadap larangan penggunaan HP sepanjang hari sekolah atau bell-to-bell juga mengalami peningkatan. Untuk pertama kalinya, lebih banyak warga AS yang mendukung dibandingkan yang menolak kebijakan tersebut.

Sebanyak 48% warga AS mendukung larangan HP sepanjang hari sekolah, sedangkan 43% menentangnya. Pada 2024, dukungan terhadap kebijakan tersebut baru mencapai 36%.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa dukungan terhadap pembatasan penggunaan HP meningkat di berbagai kelompok usia di AS.

Kebijakan Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Indonesia

Di Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan pada bulan Juli 2026.

Aturan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif serta meminimalkan berbagai distraksi yang mengganggu proses pembelajaran. Meskipun bukan larangan total, pembatasan ini menekankan penggunaan gawai secara bijak dan untuk kepentingan edukatif.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, pembatasan tersebut tidak berarti melarang penggunaan HP atau perangkat sejenis. Namun, penggunaan gawai diarahkan untuk meningkatkan konsentrasi belajar, memperkuat interaksi sosial antar murid, dan melindungi peserta didik dari dampak negatif penggunaan gawai yang tidak tepat.

Peran Teknologi dalam Proses Pembelajaran

Dalam survei global McGraw Hill yang melibatkan 1.300 pendidik, mayoritas guru menyebut penggunaan layar secara berlebihan sebagai salah satu hambatan utama terhadap keberhasilan siswa. Hampir setengah responden juga mengatakan melihat penurunan fokus dan kesejahteraan emosional siswa dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Di AS, selain menyangkut proses belajar, pembatasan penggunaan HP di sekolah juga didorong oleh orang tua, kelompok perlindungan anak, dan pembuat kebijakan. Meski demikian, perlu diingat bahwa pembatasan penggunaan teknologi tidak berarti seluruh pemanfaatan teknologi di sekolah harus dihentikan.

Dalam survei yang sama, sebanyak 81% guru menyatakan kenyamanan mereka dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh siswa asalkan terintegrasi dengan materi atau kurikulum yang sudah ada.

Source link