Berita  

Ponsel Bekas Terinfeksi Spyware, Uang Korban Rp 445 Juta

Manajer Keuangan Florida Jadi Korban Penipuan Berlapis

Seorang manajer keuangan di perusahaan kontraktor pemerintah di Florida, Amerika Serikat, Kimberly Fudge, baru-baru ini menjadi korban penipuan berlapis yang menguras uangnya hingga US$25.000 (Rp 445 juta) dalam waktu hampir 10 jam.

Kimberly Fudge ditelepon oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas kantor sheriff setempat yang menuduhnya mangkir dari tugas juri pengadilan federal dan mengancam penangkapan karena tidak hadir di persidangan.

Sindikat Penipu dengan Modus yang Sangat Melelahkan

Menurut laporan The Wall Street Journal, para pelaku penipuan tersebut sangat meyakinkan sehingga mampu mengakses semua informasi korban secara real-time, termasuk riwayat pencarian internet dan pesan teks. Diduga ponsel baru yang dibeli Kimberly Fudge sebelumnya telah disusupi spyware sehingga aktivitasnya terpantau penuh oleh sindikat penipu tersebut.

Dalam rentang waktu 10 jam, setidaknya lima orang pelaku bergantian berperan sebagai petugas hukum dari polisi hingga marsekal dengan logat dan suara yang meyakinkan. Mereka meminta korban untuk menyetor uang tunai ke mesin kripto dengan total setoran mencapai US$17.000.

Modus Penipuan yang Meresahkan dan Peningkatan Kasus di Tampa

Modus penipuan dengan dalih tugas juri ini semakin meresahkan di wilayah Tampa. Kantor Sheriff Pasco County mencatat peningkatan kasus dari 25 laporan pada tahun sebelumnya menjadi 44 laporan sepanjang tahun ini.

Pihak kepolisian pun memberikan peringatan bahwa aparat tidak akan pernah menghubungi warga untuk mengancam penangkapan atau meminta uang terkait tugas juri. Namun, pelaku penipuan menggunakan taktik tekanan psikologis yang membuat korban ketakutan dan kehilangan kemampuan berpikir rasional.

Setelah hampir 10 jam menerima teror, Kimberly Fudge akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi. Ia mengalami trauma emosional dan kesulitan tidur serta kehilangan nafsu makan pasca kejadian tersebut. Sementara suaminya, Jonathan, kini aktif mempelajari cara melindungi data dan keuangan keluarga dari ancaman serupa.

Source link