Berita  

Rahasia Kesukaan Warga Indonesia: Gonta-ganti Kelamin Terungkap

Jika kita pernah bertanya-tanya mengapa buah alpukat suka gonta-ganti kelamin, sekarang kita akan mengetahuinya. Ternyata, setiap bunga alpukat memiliki keunikan dalam peran reproduksinya. Para peneliti akhirnya berhasil mengungkap misteri di balik fenomena ini setelah sekian lama.

Bunga Alpukat: Betina atau Jantan?

Bunga alpukat sebenarnya tidak biasa seperti bunga pada umumnya. Setiap bunga alpukat memiliki organ reproduksi betina dan jantan di dalam satu bunga. Pada pagi hari, bunga tersebut berperan sebagai betina yang menerima serbuk sari. Namun, saat siang menjelang sore, bunga tersebut berubah menjadi jantan dan melepaskan serbuk sari. Hal ini dilakukan agar terjadi penyerbukan silang yang membantu dalam menghasilkan buah alpukat yang lebat.

Penemuan Gen SDMYB

Tim peneliti dari Universitas California, Davis dan Universitas California, Riverside berhasil menemukan kunci dari fenomena pergantian kelamin bunga alpukat. Mereka menemukan gen bernama SDMYB yang menjadi penentu utama perubahan ini. Gen ini berperan seperti jam biologis, mengatur kapan bunga alpukat berperan sebagai betina dan kapan sebagai jantan.

Gen SDMYB ternyata sudah ada dalam dua bentuk yang berbeda. Pohon tipe A membawa satu salinan masing-masing bentuk gen tersebut, sedangkan pohon tipe B membawa dua salinan bentuk resesif. Perbedaan inilah yang mempengaruhi jadwal pergantian kelamin bunga alpukat.

Penyederhanaan Budidaya Alpukat

Dampak dari penemuan gen SDMYB ini sangat signifikan, terutama dalam budidaya alpukat. Sebelumnya, petani harus menunggu bertahun-tahun untuk mengetahui apakah pohon alpukat yang ditanam termasuk tipe A atau B. Sekarang, dengan adanya penanda genetik ini, jenis bibit alpukat bisa diketahui sejak dini, memungkinkan penanaman yang lebih efisien tanpa perlu menunggu waktu lama.

Jadi, terungkaplah bahwa fenomena pergantian kelamin bunga alpukat setiap hari memiliki dasar ilmiah yang kuat berkat penemuan gen SDMYB ini. Semuanya terjadi untuk memastikan penyerbukan silang yang efisien dan menghasilkan buah alpukat yang berkualitas.

Source link