Google Kehilangan Pegawai Terbaiknya, Apa Penyebabnya?
Jakarta, CNBC Indonesia – Beberapa waktu terakhir, Google mulai kehilangan sejumlah pegawai terbaiknya. Ada sejumlah alasan yang membuat gelombang resign ini terjadi. Salah satunya adalah perpindahan fokus dari riset untuk mengejar ketertinggalan Google dalam bidang kecerdasan buatan (AI), terutama dalam mendukung proyek Gemini milik Google.
Dikabarkan pendiri Google, Sergey Brin, telah memberikan arahan kepada ratusan karyawan untuk mendorong tim DeepMind agar dapat bergerak lebih cepat dalam menutup kesenjangan dengan para pesaingnya. Gemini sebelumnya mampu mengungguli pesaingnya pada bulan November, namun kini kembali tertinggal setelah Anthropic dan OpenAI meluncurkan pembaruan terbaru.
Google Tertinggal Setelah Menunda Versi Terbaru Gemini
Google semakin tertinggal setelah menunda peluncuran versi terbaru Gemini selama dua bulan setelah pengujian internal. Selain itu, induk perusahaan Alphabet juga diketahui telah memindahkan sejumlah orang dari DeepMind ke divisi Google korporat.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang otonomi DeepMind, yang kini dianggap telah berkurang sejak Google membeli laboratorium AI tersebut pada tahun 2014. Kekhawatiran semakin meningkat setelah Demis Hassabis, kepala divisi DeepMind, mengundurkan diri dan digantikan oleh Kora Kavukcuoglu sebagai wakilnya.
Para karyawan DeepMind sendiri merasa khawatir akan masa depan laboratorium AI ini, terutama dengan adanya risiko pengurangan otonomi yang semakin terasa ketika perusahaan induk terlibat terlalu banyak dalam pengelolaannya. Namun, pemimpin Google memastikan bahwa kegiatan sehari-hari di DeepMind tetap berjalan seperti biasa.
Dengan kondisi dan perubahan yang terjadi belakangan ini, banyak yang bertanya-tanya mengenai arah dan masa depan DeepMind di bawah naungan Google.
(dem/dem)












