WeRide Berencana Ekspansi ke Asia Tenggara, Termasuk Indonesia
Perusahaan kendaraan otonom asal China, WeRide, mengumumkan rencana ekspansi agresif ke sejumlah negara di Asia, termasuk kawasan Asia Tenggara. Langkah ini berpotensi menjadi pintu masuk bagi penetrasi teknologi taksi tanpa pengemudi (robotaxi) ke wilayah Asia Tenggara. Meski begitu, masih belum jelas apakah ekspansi ini akan melibatkan Indonesia.
Ekspansi WeRide ke Sejumlah Negara dalam dan Luar Asia
WeRide saat ini tengah menjajaki beberapa pasar baru potensial, termasuk Australia, Korea Selatan, Jepang, dan Asia Tenggara. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas pangsa pasar ke luar negeri sekaligus mendiversifikasi pendapatannya. Selain itu, WeRide juga tengah berupaya menjalin kerja sama dengan sejumlah negara di Eropa sebagai bagian dari ekspansi globalnya.
Perusahaan yang berbasis di Guangzhou ini baru saja merambah pasar Denmark pada awal Agustus, menandai kehadirannya di Eropa menjadi enam negara. Dengan armada kendaraan otonom yang telah beroperasi di lebih dari 60 kota di 13 negara, WeRide kini juga siap menghadirkan layanan robotaxi di Singapura dan Hong Kong, dua pasar dengan karakteristik serupa dengan mayoritas negara di Asia.
Pendapatan Luar Negeri Melonjak 164%
Menurut laporan kinerja perusahaan yang dirilis baru-baru ini, pendapatan WeRide dari pasar luar negeri pada kuartal II mengalami lonjakan hingga 164% secara tahunan. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan total pendapatan kuartalan yang naik 82%. Meskipun begitu, kerugian EBITDA WeRide berhasil menyusut 8,1% tahun demi tahun pada kuartal yang sama.
WeRide berencana untuk mencapai arus kas positif dalam skala kuartal pada tahun 2028, dengan target titik impas tahunan pada 2029. Meskipun demikian, perusahaan belum merasakan kebutuhan mendesak untuk mencari pendanaan tambahan pada saat ini.
Pada akhir Juli, armada robotaxi WeRide telah mencapai lebih dari 1.800 unit. Perusahaan optimistis dapat mencapai target 5.000 unit kendaraan otonom Level 4 pada akhir tahun ini, termasuk 2.600 unit robotaxi. Dengan kerjasama dalam pengembangan model robotaxi baru bersama mitra, WeRide berharap dapat memangkas biaya produksi perangkat keras secara signifikan.
Dalam jangka panjang, WeRide menargetkan dapat mengoperasikan puluhan ribu robotaxi pada 2030 dan meningkatkannya hingga 1 juta armada pada 2035. Perusahaan juga melihat potensi ceruk pasar yang sangat menguntungkan dalam sistem bantuan mengemudi canggih, yang diharapkan menjadi fokus perusahaan pada masa mendatang.












