Berita  

Fenomena Baru di China: Polisi Mulai Digantikan, Bikin Heboh

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah China telah mulai menguji penggunaan robot otonom untuk membantu tugas polisi lalu lintas di beberapa wilayah, termasuk Hangzhou di China timur. Robot ini mampu menangani pekerjaan rutin seperti memantau pelanggaran lalu lintas dan memberikan teguran kepada pengendara.

Robot T2: Pemantau Lalu Lintas Cerdas

Robot yang diberi nama T2 merupakan hasil pengembangan perusahaan teknologi lokal, SUPCON Information. Dengan tinggi 1,88 meter dan bobot 98 kilogram, robot T2 dilengkapi dengan teknologi canggih seperti kamera presisi tinggi, sensor radar, dan sistem komputasi internal untuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas secara real-time.

Selain memantau pelanggaran, robot T2 juga berperan sebagai pusat informasi publik yang dapat memberikan informasi terkait aturan lalu lintas dan arah jalan kepada masyarakat. Robot ini juga dilengkapi dengan fitur panggilan darurat yang terhubung langsung dengan kepolisian setempat.

Pengawasan dan Penggunaan yang Efektif

SUPCON telah menempatkan 15 unit robot T2 di kota Hangzhou sejak Mei 2026. Perusahaan tersebut mengklaim bahwa robot ini telah berhasil memberikan lebih dari 170.000 teguran kepada pelanggar dan berhasil mengurangi angka pelanggaran seperti tidak mengenakan helm atau melewati garis berhenti hingga 40% dalam waktu sebulan.

Meskipun demikian, pihak berita belum dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen dan pihak kepolisian Hangzhou juga belum memberikan tanggapan resmi terkait penggunaan robot ini. SUPCON sendiri terus menguji keandalan robot T2 di berbagai kondisi dan lanskap yang berbeda untuk memastikan kinerjanya yang optimal.

Cao Hui, Kepala Pusat Inovasi Sistem Tanpa Awak SUPCON, menjelaskan bahwa robot ini tidak hanya bertujuan untuk menindak pelanggaran, tetapi juga sebagai upaya preventif untuk mencegah pelanggaran lalu lintas menjadi kebiasaan buruk. Dengan tingkat akurasi di atas 95%, robot T2 diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam pengaturan lalu lintas di China.

Diharapkan dengan adanya robot otonom ini, pengaturan lalu lintas di China dapat menjadi lebih efisien dan efektif, serta mampu memberikan peringatan dini kepada masyarakat terkait pelanggaran yang mereka lakukan.

Source link