Berita  

RI Menjadi Bikin Roket Canggih: Uji Terbang 3 Tahun Lagi

BRIN Tengah Mengembangkan Roket Baru

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mempersiapkan pengembangan roket dua tingkat yang direncanakan akan diuji terbang pada 2029. Proyek ini dipimpin oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Roket (PRTR) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Nur Hakim. Menurutnya, berbagai teknologi kunci mulai dari motor roket RX 450, sistem separasi, sistem kontrol, hingga telemetri sedang dipersiapkan dalam peta jalan terbaru.

Proyek pengembangan ini mendapat dukungan dari Program Riset Invitasi Strategis (PRIS), yang memberikan kesempatan kepada para peneliti untuk mengejar target riset sesuai dengan rencana pengembangan roket dua tingkat tersebut.

Persiapan dan Langkah Strategis

Arif Nur Hakim menyatakan bahwa dukungan dari PRIS memberikan semangat baru bagi para peneliti dan memungkinkan mereka untuk fokus pada pencapaian teknologi kunci seperti motor roket RX 450. Selain itu, penyesuaian tahapan riset dilakukan guna memperkuat peta jalan pengembangan roket dua tingkat agar lebih realistis dan kokoh.

Tahun ini, tim akan menyelesaikan desain roket dua tingkat dan sistem separasi. Selanjutnya, tahun depan akan dilakukan review desain kritis, uji statis motor roket, dan uji terbang sistem separasi. Proses pengembangan ini akan berlanjut hingga uji terbang roket dua tingkat pada 2029, yang diharapkan akan menjadi pencapaian bersejarah dalam kemandirian teknologi roket nasional.

Kolaborasi dan Pembangunan Bandar Antariksa

Selain fokus pada pengembangan roket, BRIN juga sedang membangun Bandar Antariksa sesuai dengan amanat undang-undang. Untuk mempercepat proses ini, BRIN telah menjalin kerjasama dengan mitra investor strategis, di mana satu fokus pada roket besar dan yang lainnya pada roket kecil.

Kedua inisiatif ini menunjukkan komitmen BRIN dalam memperkuat peta jalan riset roket dan pembangunan bandar antariksa, sejalan dengan upaya penguatan pertahanan dan kemandirian teknologi keantariksaan nasional.

Source link