Berita  

Bandar Kripto Penipu Kabur: Aset Nasabah Rp 1,7 Triliun Hilang

Krisis Besar Industri Aset Kripto Eropa

Industri aset kripto Eropa mengalami goncangan besar setelah bursa kripto terkemuka Polandia, Zondacrypto, tiba-tiba kolaps. Skandal penipuan besar-besaran membanjiri bursa tersebut, menyisakan ribuan nasabah yang tidak dapat menarik dana mereka. Kejaksaan Polandia telah mulai menyelidiki dugaan tindak pidana ini setelah kerugian mencapai lebih dari 350 juta zloty atau sekitar US$96 juta.

Drama Kehilangan Pendiri dan CEO Bermuara Kabur ke Luar Negeri

Penyelidikan terbaru oleh The New York Times telah mengungkap keberadaan pendiri Zondacrypto, Sylwester Suszek, yang secara misterius menghilang sejak Maret 2022. Setelah kepergiannya, CEO Zondacrypto, Przemysław Kral, juga kabur ke luar negeri. Namun, mereka berdua dalam kondisi yang berbeda, dengan Suszek yang diperkirakan diculik dan Kral yang melarikan diri ke luar negeri.

Situs Mati Total dan Token ZND Berakhir Merosot

Masalah bermula ketika situs resmi Zondacrypto tiba-tiba menjadi offline pada bulan April lalu, diikuti dengan kehilangan nilai token ZND dan tak adanya transaksi perdagangan. Keberadaan Kral yang diduga bersembunyi di Israel dan laporan lain yang menyebutnya pergi ke Dubai semakin membingungkan nasabah dan investor.

FIU Estonia bahkan mencabut izin operasional BB Trade Estonia, entitas yang mengelola Zondacrypto, sebagai respons terhadap kasus ini. Klaim tentang cadangan aset perusahaan yang masih dipegang Kral juga dinilai fiktif.

Klaim Cadangan Aset sebagai Dalih

Sebelum melarikan diri, Kral bersikeras bahwa perusahaan masih memiliki cadangan aset yang cukup, namun klaim tersebut dianggap tidak kredibel karena kurangnya transparansi dan bukti konkret. Permasalahan ini telah menjadi sorotan di parlemen Polandia dan diprediksi akan mempengaruhi regulasi pasar kripto di Eropa.

Source link