Banjir Bandang di Nepal: Ancaman ‘Bom Air’ China di Himalaya
Jakarta, CNBC Indonesia – Banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal tengah minggu ini menimbulkan korban jiwa puluhan orang dan ratusan lainnya dinyatakan hilang. Peristiwa itu sekaligus memicu peringatan keras dari para ahli yaitu rencana pembangunan bendungan raksasa China di wilayah Himalaya yang rawan gempa ibarat “bom air” yang siap meledak kapan saja.
Ancaman ‘Bom Air’ China
Moneycontrol dan NDTV melaporkan peringatan dari Brahma Chellaney, ahli geostrategi dari India. Menurut Chellaney, Himalaya adalah pegunungan utama paling aktif secara seismik di dunia. Gempa berkekuatan sedang saja sudah mampu memicu bencana banjir besar. Apalagi jika gempa serupa mengguncang bendungan raksasa yang sedang dibangun China di sana.
Chellaney melaporkan peringatan setelah gempa 4,4 magnitudo memicu luapan banjir dari Sungai Bhote Koshi dan Trishuli. Banyak bangunan, desa, jembatan, serta proyek pembangkit listrik tenaga air di Nepal yang hancur terkena imbas banjir bandang ini. Meski gempa 4,4 magnitudo tergolong sedang, dampak beruntun yang ditimbulkan sangat dahsyat.
Proyek Bendungan Medog
Bendungan Medog di Sungai Yarlung Tsangpo, Tibet, yang berada tepat di atas jalur patahan aktif Paizhen, menjadi sorotan Chellaney. Dengan kapasitas terpasang 60.000 MW, bendungan ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia. Lokasinya yang rawan gempa menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya bagi India hingga Bangladesh jika bendungan itu jebol karena gempa.
Yakni, air yang meluap dapat menenggelamkan wilayah timur laut India dan berdampak hingga Bangladesh. Gempa besar pada awal 2025 telah menyebabkan retakan pada lima bendungan yang sudah beroperasi di Tibet. Jika hal serupa terjadi pada bendungan Medog, dampaknya dapat melampaui segala bencana yang pernah tercatat di Asia Selatan.
Ancaman Belum Berlalu
Peringatan dari pihak berwenang Nepal menegaskan bahaya masih mengintai. Danau yang terbentuk akibat longsoran batu masih mengancam untuk meluap tiba-tiba. Warga sepanjang tepian Sungai Bhote Koshi dan Trishuli diminta tetap waspada dan menjauh dari aliran sungai.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa pembangunan bendungan raksasa di wilayah yang rawan gempa seperti Himalaya bukan hanya masalah teknis, namun juga ancaman nyata bagi jutaan jiwa yang tinggal di hilir sungai.












