Berita  

Gunung Raksasa Tersembunyi: Peninggalan Megah di Dalam Bumi

Penelitian Ungkap Keberadaan Gunung Raksasa Tersembunyi di Dalam Bumi

Sebuah penelitian baru-baru ini telah mengungkap keberadaan struktur gunung raksasa yang tersembunyi di dalam Bumi. Menariknya, beberapa dari gunung-ganung tersebut memiliki ketinggian lebih dari 1.000 kilometer, jauh lebih tinggi dari puncak Everest, gunung tertinggi di dunia. Dua struktur besar yang ditemukan tersebut terletak di Afrika dan Samudera Pasifik, diberi nama Tuzo dan Jason, dan memiliki ketinggian sekitar 2.000 km di bawah permukaan Bumi.

Menurut laporan yang dikutip dari Science Focus, total panjang gunung di Samudera Pasifik bahkan mencapai 3.000 km, hampir selebar Bulan. Kombinasi dari kedua struktur tersebut menempati sekitar 6% dari total volume Bumi, menjadikannya sebuah penemuan geologi yang sangat signifikan.

Penemuan Menarik Tentang Large Low-Velocity Provinces (LLVPs)

Meskipun disebut sebagai gunung, kedua struktur tersebut sebenarnya dikenal dengan sebutan Large Low-Velocity Provinces (LLVPs), wilayah di dalam Bumi dengan kecepatan gelombang yang rendah. Hal ini berarti bahwa wilayah tersebut memperlambat laju gelombang seismik, yang menjadi fokus penelitian dalam upaya memahami fenomena ini lebih dalam.

Seismolog Universitas Utrecht Belanda, Arwen Deuss, yang memimpin penelitian ini, menemukan bahwa gelombang seismik kehilangan energi dengan sangat lambat saat melalui LLVPs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak energi yang terbuang saat gelombang melewati wilayah lempeng di sekitar LLVPs. Hal ini mengindikasikan adanya butiran mineral yang sangat padat di wilayah tersebut, membuat gelombang seismik sulit untuk melintasinya.

Teori Pembentukan dan Kontroversi

Temuan ini juga menimbulkan teori kontroversial tentang kemungkinan sisa planet asing yang menabrak Bumi pada masa awal pembentukannya, dan puing-puing dari tabrakan tersebut kemudian membentuk Bulan. Namun, teori ini dibantah oleh studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa kedua struktur ini memiliki komposisi yang berbeda dan terbentuk pada waktu yang lebih baru.

Tim peneliti yang dipimpin oleh James Panto dari Universitas Cardiff menemukan bahwa LLVP di Samudera Pasifik kaya akan material kerak samudera yang mengalami proses subduksi. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah subduksi Bumi dalam waktu yang relatif baru menjadi faktor utama yang menyebabkan perbedaan komposisi di wilayah tersebut.

Source link