Microsoft Dorong Penggunaan AI, Karyawan Langsung Boros
Jakarta, CNBC Indonesia – Microsoft yang selama ini mendorong seluruh karyawannya untuk menggunakan kecerdasan buatan atau AI ternyata kini harus menahan laju penggunaannya. Sebuah data internal bocor menunjukkan bahwa salah satu karyawan menghabiskan biaya penggunaan AI sebesar US$ 28.000 atau sekitar Rp 18 juta hanya dalam kurun waktu 28 hari.
Karyawan Boros, Microsoft Turunkan Perintah Pemakaian AI
Angka itu jauh melampaui gaji rata-rata karyawan, sehingga pihak manajemen pun turun tangan dan meminta seluruh staf untuk menahan diri. Data tersebut tercatat dalam lembar perhitungan gaji karyawan yang bocor ke publik. Kolom “Pengeluaran AI per Bulan” menunjukkan fenomena boros tersebut.
Satpam Divisi Solusi Pelanggan dan Mitra ternyata menghabiskan biaya hampir seratus kali lipat dari rata-rata pengeluaran AI. Lebih dari 350 karyawan, beberapa bahkan mengeluarkan biaya AI mencapai Rp 64 juta sebulan. Rekan kerja mereka hanya menghabiskan puluhan dolar.
Langkah Penghematan Microsoft dan Pelajaran Berharga Bagi Indonesia
Wakil Presiden Eksekutif Divisi CoreAI Microsoft, Jay Parikh, mengirim surat edaran resmi kepada seluruh karyawan agar penggunaan AI dibatasi dan memiliki perhitungan yang jelas. Sebagai langkah penghematan, Microsoft beralih menggunakan model GPT-5.6 Sol dengan biaya lebih hemat dan efisien.
Kasus ini memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia. Mengadopsi teknologi baru penting, namun harus disertai perhitungan biaya dan manfaat yang matang. Penggunaan AI yang berlebihan dan tidak terarah dapat merugikan perusahaan, seperti yang terjadi pada Microsoft dan perusahaan teknologi lainnya.












