Berita  

Perbandingan Dracin Jajah Hollowood, Disney, dan Netflix

Fenomena ‘Dracin’ Jajah Hollywood, Disnny, dan Netflix Minggir

Di dunia hiburan, terutama Hollywood, muncul tren baru yang sedang menggemparkan. Fenomena ‘dracin’ dalam bentuk mikrodrama, yaitu cerita pendek berdurasi satu hingga dua menit yang dirancang khusus untuk HP, mulai menarik perhatian bintang-bintang besar. Pemandangan James Franco hingga Kim Kardashian terjun ke dunia mikrodrama menjadi hal yang biasa.

Mikrodrama Melebihi Netflix dalam Menarik Perhatian Penonton

Data terbaru menunjukkan bahwa pengguna di Amerika Serikat kini menghabiskan waktu lebih lama menonton mikrodrama di HP daripada menonton Netflix. Rata-rata pengguna aplikasi mikrodrama menghabiskan waktu hingga 35,7 menit setiap harinya, mengalahkan angka penonton Netflix sebesar 24,8 menit. Hal ini menunjukkan bahwa cerita pendek dengan durasi singkat mampu menarik perhatian lebih dari serial mahal yang diproduksi.

Nilai pasar mikrodrama dunia diperkirakan akan terus tumbuh, mencapai valuasi US$ 11 miliar pada tahun 2025 dan diperkirakan mencapai US$ 14 miliar pada 2026. Amerika Serikat menjadi pasar terbesar mikrodrama dengan pendapatan internasional sekitar US$ 1,5 miliar.

Transformasi Dunia Hiburan dengan Biaya Produksi Terjangkau

Mikrodrama menawarkan biaya produksi yang jauh lebih murah dan proses pengerjaan yang lebih cepat daripada film atau serial biasa. Hal ini membuat bintang-bintang Hollywood melirik potensi dalam bidang ini, dengan peluang berkreasi tanpa biaya produksi yang besar dan dapat menjangkau jutaan penonton melalui layar ponsel.

Beberapa nama besar seperti James Franco, Issa Rae, Jesse Tyler Ferguson, Taye Diggs, Kim Kardashian, dan Kris Jenner, telah terjun ke dunia mikrodrama dengan berbagai proyek menarik.

Maria Rua Aguete dari Omdia menyatakan bahwa mikrodrama bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan sedang mengubah cara orang menikmati cerita melalui layar HP. Bagi Indonesia, peluang ini sangat terbuka lebar dengan jumlah pengguna HP yang besar dan tren menonton lewat gadget yang terus meningkat.

Masa depan perfilman dunia nampaknya tidak lagi berada di bioskop, melainkan di HP yang menjadi perangkat yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Source link