Berita  

Presiden Menolak Tawaran Amerika dan China: Pernyataan Blak-Blakan

Taiwan: Pusat Rantai Pasok Global Teknologi Canggih

Jakarta, CNBC Indonesia – Negara-negara terkuat di dunia saat ini tengah berlomba mendominasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta chip canggih sebagai penopangnya. Di tengah sengitnya persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta ambisi Eropa untuk berdaulat secara teknologi, Taiwan memegang peran krusial sebagai pusat rantai pasok global melalui TSMC, produsen chip kontrak terbesar di dunia.

Ketegangan Geopolitik dan Tekanan AS

Posisi Taiwan di tengah pusaran konflik geopolitik yang rumit, bergesekan dengan China yang mengklaim wilayah tersebut, sekaligus menghadapi tekanan dari AS yang menuntut diversifikasi produksi chip. Taiwan terjepit di antara kepentingan para kekuatan besar dunia, di tengah klaim kedaulatan China yang berulang kali menegaskan bahwa pulau tersebut adalah bagian dari wilayahnya.

Presiden AS Donald Trump bahkan sempat melontarkan kritik pedas, menuduh Taiwan “mencuri” bisnis semikonduktor AS. Pandangan ini dianggap tidak adil oleh Taipei. Namun, TSMC tetap menggelontorkan investasi masif sebesar US$265 miliar untuk membangun pabrik-pabrik di Arizona, AS sebagai respons atas dinamika global tersebut.

Sikap Tegas Presiden Taiwan

Menyikapi tekanan dan dinamika global, Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan kemandirian negaranya dalam pameran dagang SEMICON di Taipei. Di hadapan para petinggi raksasa teknologi, ia menyatakan bahwa keunggulan semikonduktor Taiwan dibangun di atas fondasi demokrasi dan supremasi hukum, menjadikannya mitra internasional yang terpercaya dan konsisten.

Selama puluhan tahun, Taiwan telah membangun klaster semikonduktor lengkap dengan kapasitas produksi yang cepat, fleksibel, dan efisien. Lai berkomitmen bekerja sama dengan berbagai negara untuk membangun rantai pasok yang tangguh.

Perspektif Washington: Menilai Ulang Kerentanan Rantai Pasok

Dari sudut pandang AS, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Ekonomi, Jacob Helberg, menekankan arti strategis semikonduktor bagi masa depan global. Ia menyoroti bahwa chip akan menentukan kepemimpinan AI, evolusi pertahanan, dan aturan ekonomi global generasi mendatang. Helberg juga mengakui pentingnya ekspansi manufaktur Taiwan ke AS sebagai langkah untuk mengurangi kerentanan rantai pasok semikonduktor.

Taiwan berupaya tegak berdiri tanpa ingin didikte oleh negara mana pun sambil tetap menjadi mitra yang stabil, andal, dan terbuka bagi industri teknologi di seluruh dunia.

Source link