Pendiri Microsoft, Bill Gates, mengusulkan penerapan pajak khusus untuk kecerdasan buatan (AI) guna melindungi lapangan pekerjaan dari ancaman kemajuan teknologi. Usul ini disampaikan Gates dalam acara Power Lunch CNBC Indonesia pada Rabu (02/09/2026).
AI Ancam Lapangan Pekerjaan, Bill Gates Usulkan Pajak Khusus
Dalam diskusi tersebut, Gates menyatakan keprihatinannya atas potensi hilangnya pekerjaan akibat perkembangan pesat AI. Menurutnya, banyak pekerjaan manusia yang terancam digantikan oleh kecerdasan buatan, dan hal ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan berbagai pihak terkait.
Gates menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pekerja manusia di tengah makin canggihnya teknologi AI. Menurutnya, dengan menerapkan pajak khusus pada penggunaan AI, maka pemerintah dapat mengendalikan dampak negatif terhadap lapangan pekerjaan yang bisa hilang akibat otomatisasi proses kerja.
Perlindungan Pekerja Manusia dalam Revolusi AI
Selain itu, Gates juga menekankan pentingnya pengembangan regulasi yang komprehensif terkait penggunaan AI agar tidak semata-mata memberikan keuntungan bagi segelintir orang atau perusahaan saja. Hal ini sejalan dengan visi Gates untuk menciptakan perkembangan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.
Dengan usulan pajak khusus AI, Gates berharap adanya insentif yang dapat mendorong pengembangan teknologi AI yang lebih berkelanjutan dan tidak merugikan banyak pihak. Hal ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan yang baik antara perkembangan teknologi dan perlindungan terhadap pekerja manusia yang rentan terhadap disrupsi oleh AI.
Meskipun masih dalam tahap usulan, ide pajak khusus AI yang diajukan oleh Bill Gates menjadi sorotan menarik dalam diskusi mengenai dampak perkembangan teknologi terhadap lapangan pekerjaan. Dengan langkah-langkah preventif yang tepat, diharapkan revolusi AI dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa meninggalkan pekerjaan manusia di belakang.












