Berita  

Amerika Akui Kesalahan Terkait Jumlah Korban China

Amerika Akui Salah Soal Korban Serangan Siber China

Jakarta, CNBC Indonesia – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengoreksi pernyataannya terkait serangan siber yang diduga dilakukan oleh peretas China. Perubahan pernyataan ini membuat sejumlah lembaga pemerintah AS yang sebelumnya dianggap sebagai korban kini dikategorikan sebagai target kelompok peretas tersebut.

Perubahan Pernyataan DOJ

Perubahan pernyataan dilakukan pada Jumat (28/8) oleh Departemen Kehakiman AS (Department of Justice/DOJ) terkait kelompok peretas yang diduga memiliki hubungan dengan pemerintah China yang disebut QTFY. Awalnya, DOJ mengklaim bahwa Senat AS, Federal Reserve, NASA, dan lembaga lainnya menjadi korban dari serangan peretasan China. Namun, DOJ kemudian mengubah istilah korban menjadi target dalam pernyataan terbarunya terkait operasi penyitaan domain internet yang dilakukan pada Rabu.

Penambahan dan perubahan pada pernyataan DOJ dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan tuduhan pemerintah yang mendukung penyitaan domain tersebut. DOJ juga menjelaskan bahwa pernyataan awal yang menyebut semua lembaga sebagai korban perlu diperjelas, bahwa sebagian hanya menjadi target dan tidak semuanya berhasil dikompromikan.

Rilis Pernyataan dan Serangan

Peretasan dilakukan oleh kelompok yang diduga memiliki hubungan dengan pemerintah China dan telah berlangsung selama bertahun-tahun dengan menyasar jaringan pemerintah AS, kontraktor pertahanan, serta target sensitif lainnya. FBI mengklaim bahwa sejak 2018, kelompok peretas ini telah menargetkan sejumlah jaringan federal AS seperti NASA, Federal Reserve, Departemen Energi, Departemen Kehakiman, NIH, dan Senat AS.

Meskipun upaya peretasan telah dilakukan, tidak seluruhnya berhasil. NASA, misalnya, berhasil mencegah serangan karena telah melakukan patching terhadap perangkat lunak yang menjadi sasarannya. Namun, FBI menemukan bahwa ada beberapa upaya peretasan yang berhasil, seperti pada tiga laboratorium nasional di bawah Departemen Energi AS, NIH, lembaga HHS, dan produsen perangkat keamanan AS.

Pemerintah AS bersama FBI dan lembaga keamanan siber lainnya juga merilis imbauan keamanan siber bersama yang mencatat bahwa serangan siber ini juga berhasil mencuri data dari kontraktor pertahanan, institusi keuangan, dan universitas pada Mei 2024.

Upaya serangan yang tercatat pada Maret 2026 yang gagal meliputi upaya untuk mengakses jaringan Senat AS dan sebuah rumah sakit AS. Hingga saat ini, FBI dan CISA belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi mengenai perubahan pernyataan tersebut.

Source link