Berita  

Peringatan Bahaya PBB: Nasib Manusia Terserang di Ujung Tanduk






Bahaya AI Mengancam Umat Manusia, Peringatan dari Kepala HAM PBB

Bahaya AI Mengancam Umat Manusia, Peringatan dari Kepala HAM PBB

Jakarta, CNBC Indonesia – Dalam perkembangan terkini, Kepala HAM PBB, Volker Turk, telah mengungkapkan bahaya yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan (AI). Turk menyampaikan bahwa teknologi AI dapat menjadi ancaman serius bagi manusia, sejalan dengan kekhawatiran yang juga disuarakan oleh para pelaku industri.

Kekhawatiran Terhadap Ancaman Risiko Eksistensial

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters pada Selasa (8/9/2026), Turk menyampaikan, “Saya memiliki pendapat serupa dengan kekhawatiran pelaku industri, AI tingkat lanjut bisa menimbulkan risiko eksistensial untuk umat manusia.” Dia juga mendorong upaya yang lebih serius dalam mengurangi risiko yang mungkin ditimbulkan oleh AI, terutama pada bidang layanan komunikasi dan sistem demokrasi.

Ancaman Potensial dari Kecerdasan Buatan

Secara spesifik, Turk tidak merinci risiko konkret yang mungkin muncul akibat peran AI. Namun, juru bicara kantornya menyatakan bahwa kegagalan sistem AI dapat mengganggu infrastruktur vital dan institusi demokrasi secara signifikan. Poin penting yang diungkapkan oleh Turk adalah adanya sekelompok orang yang memiliki kekuatan hampir tanpa batas terhadap AI, meskipun dirinya tidak menjelaskan secara eksplisit siapa yang dimaksud.

Satu Suara untuk Keselamatan AI

Dengan sungguh-sungguh, Kepala HAM PBB ini menegaskan perlunya kesatuan dan kesepakatan dari semua pihak terkait dalam menetapkan batasan yang harus dijaga terkait penggunaan AI. “Kita butuh negara yang memiliki regulasi ketat terkait operasional AI, serta keterlibatan aktif dari seluruh rantai pasok agar dapat menyepakati batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar,” tegas Turk.

Pada kesempatan sebelumnya, Turk juga sempat mengomentari insiden pelatihan agen AI yang mengganggu pada platform Hugging Face yang dilakukan oleh sekelompok agen OpenAI. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan AI berkembang jauh lebih cepat daripada upaya untuk mengamankannya.

Dengan demikian, peringatan dari Kepala HAM PBB ini menjadi sebuah panggilan bagi seluruh pihak terkait untuk lebih waspada terhadap potensi risiko yang mungkin dihadapi dalam mengadopsi teknologi AI ke depannya.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Source link