Berita  

HP Lipat Pertama Buatan China, Apple Tertinggal 8 Tahun

Peluncuran iPhone Duo menandai masuknya Apple ke pasar ponsel lipat, sekitar delapan tahun setelah perangkat sejenis pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan asal China. Kehadiran produk baru Apple itu diperkirakan ikut mempercepat pertumbuhan pengiriman ponsel lipat sekaligus mempertajam persaingan di segmen premium.

IDC memperkirakan pengiriman ponsel lipat akan meningkat hampir 30% pada 2026. Counterpoint juga melihat peluang pertumbuhan setelah iPhone Duo dirilis, meski kategori tersebut hingga kini masih menyumbang bagian kecil dari keseluruhan pasar ponsel pintar.

Direktur Riset Counterpoint Tarun Pathak menilai keterlibatan Apple akan meningkatkan persaingan pada kelompok perangkat berharga premium. “Namun ponsel lipat masih jadi bagian kecil dari keseluruhan pasar smartphone, jadi masih ada ruang untuk bertumbuh jauh dari volume sekarang,” kata Pathak, dikutip dari Reuters, Sabtu (12/9/2026).

Berawal dari Flexpai pada 2018

Jejak komersial ponsel lipat bermula pada 2018 ketika Royole, produsen layar asal China, meluncurkan Flexpai. Perangkat tersebut dibekali layar berukuran 7,8 inci dan menjadi pelopor konsep ponsel dengan layar yang dapat dilipat.

Namun, Flexpai belum mampu menawarkan pengalaman penggunaan yang matang. Perangkat itu menuai banyak kritik karena perangkat lunaknya dianggap kaku, sementara engsel berbahan plastik terasa kasar. Meski demikian, peluncurannya membuka jalan bagi produsen lain untuk mengembangkan kategori baru tersebut.

Persaingan mulai ramai pada 2019. Samsung menghadirkan Galaxy Fold dengan harga hampir US$2.000. Pada akhir tahun yang sama, Motorola menghidupkan kembali Razr dalam format perangkat lipat, sedangkan Huawei memperkenalkan Mate X.

Microsoft kemudian meluncurkan Surface Duo pada 2020. Berbeda dari perangkat berlayar fleksibel, produk Microsoft itu menggunakan dua layar terpisah yang dihubungkan dengan engsel. Alphabet baru memasuki pasar tiga tahun kemudian melalui Pixel Fold pada 2023. Pada periode tersebut, Samsung dan sejumlah perusahaan China juga terus menyempurnakan produk lipat masing-masing.

Huawei dan Samsung memimpin pasar

Perkembangan desain berlanjut pada 2024 saat Huawei membawa ponsel lipat ke format tiga lipatan. Samsung menyusul dengan meluncurkan ponsel pintar multilipatnya sendiri pada Desember 2025.

Data Counterpoint menunjukkan Samsung masih memimpin pasar ponsel lipat global dengan pangsa sekitar 40%. Huawei berada di posisi berikutnya dengan porsi 30%. Angka tersebut menggambarkan kuatnya posisi dua perusahaan yang telah lebih dahulu membangun lini perangkat lipat sebelum Apple bergabung.

iPhone Duo mengutamakan tampilan video

Apple akhirnya memperkenalkan iPhone Duo pada 2026. Perangkat lipat berukuran seperti paspor itu dirancang dengan rasio layar yang sebagian besar ditujukan untuk menampilkan video, sekaligus memperkecil bilah hitam pada layar.

Masuknya Apple terjadi ketika teknologi ponsel lipat telah berkembang melalui berbagai pendekatan, mulai dari layar fleksibel, dua layar berengsel, hingga perangkat dengan tiga atau beberapa lipatan. Meski Samsung dan Huawei masih menguasai sebagian besar pasar, proyeksi IDC dan Counterpoint menunjukkan peluncuran iPhone Duo dapat menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan kategori tersebut.

Source link