Pasar komputer pribadi (PC) global kembali menyusut setelah tumbuh selama sembilan kuartal berturut-turut. Firma riset pasar IDC mencatat pengapalan PC pada kuartal II 2026 turun 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 68,2 juta unit.
Penurunan tersebut terjadi ketika industri menghadapi kelangkaan chip memori yang mendorong kenaikan biaya komponen internal. Tekanan pasar juga bertambah akibat ketidakpastian geopolitik yang mengguncang perekonomian global.
Meski jumlah perangkat yang dikirim berkurang, pendapatan para produsen justru meningkat. Kenaikan harga yang diterapkan vendor berlangsung lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan, sehingga nilai penjualan tidak bergerak searah dengan volume pengapalan.
“Inti persoalannya di sini adalah ketidakselarasan antara jumlah unit dan nilai pendapatan. Volume pengiriman menurun, namun pendapatan justru meningkat karena para vendor menerapkan kenaikan harga lebih cepat daripada laju penurunan permintaan,” ujar Research Director untuk Perangkat Konsumen IDC, Jitesh Ubrani, seperti dikutip dari FoneArena, Minggu (13/9/2026).
Krisis chip diperkirakan berlanjut hingga 2028
Menurut proyeksi Ubrani, persoalan pasokan chip memori belum akan selesai dalam waktu dekat. Kelangkaan diperkirakan baru mulai melandai pada awal 2028. Bersamaan dengan itu, memburuknya kondisi makroekonomi dikhawatirkan memicu perlambatan tajam di sektor hilir.
Produsen PC, termasuk pabrikan laptop, kini bersiap menaikkan harga jual sepanjang 2027. Sementara itu, distributor mulai memberi peringatan mengenai tingginya penumpukan persediaan, terutama untuk produk-produk kelas atas.
IDC menilai tekanan biaya yang terus berlangsung dapat menghambat siklus peremajaan perangkat dalam skala besar. Situasi ini muncul di tengah tingginya minat konsumen terhadap kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan langsung pada perangkat atau on-device AI, seiring meningkatnya biaya komputasi awan.
Vendor besar lebih unggul mengamankan pasokan
Ketatnya ketersediaan komponen turut memperkuat konsolidasi di industri PC. Perusahaan besar seperti Apple, Dell, dan Lenovo dapat memanfaatkan skala ekonomi dari beragam lini bisnis, termasuk server dan perangkat seluler, untuk mengamankan alokasi chip memori. Kondisi tersebut menempatkan produsen berskala kecil dalam posisi yang lebih tertekan.
VP Perangkat Konsumen IDC, Jean Philippe Bouchard, mengatakan pengelolaan rantai pasokan menjadi semakin penting ketika keadaan pasar memburuk. “Pabrikan-pabrikan besar dengan daya beli tinggi dan jaringan rantai pasokan yang kuat, berada pada posisi yang lebih menguntungkan ketimbang pesaing-pesaing yang lebih kecil,” katanya.
Apple dan Asus masih mencatat pertumbuhan
Dari lima produsen PC terbesar dunia, hanya Apple dan Asus yang membukukan pertumbuhan pengapalan pada kuartal II 2026. Apple, yang berada di posisi keempat, mencatat kenaikan 10,1% secara tahunan. Asus menyusul di urutan kelima dengan pertumbuhan tipis sebesar 0,2%.
Tiga vendor teratas justru mengalami penurunan volume pengiriman dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya. Lenovo yang memimpin pasar, HP di posisi kedua, dan Dell pada peringkat ketiga sama-sama mencatatkan kontraksi pengapalan di tengah tekanan pasokan dan kenaikan biaya industri.












