Kebutuhan listrik yang jauh melampaui konsumsi warga di kawasan Sierra Norte, Puebla, mengarahkan polisi Meksiko ke sebuah fasilitas penambangan mata uang kripto ilegal di tengah pegunungan. Di dalam bangunan reyot dekat jalan kerikil yang jarang dilalui itu, aparat menemukan ratusan perangkat komputasi yang diduga turut digunakan untuk mencuci uang hasil kejahatan.
Lokasinya yang terpencil dan dikelilingi pegunungan hijau membuat fasilitas tersebut sulit terdeteksi. Dengungan mesin terdengar dari ratusan komputer yang beroperasi, tetapi penggunaan daya dalam jumlah besar untuk menjalankan sekaligus mendinginkan perangkat menjadi petunjuk utama bagi penyelidik.
Hasil pemeriksaan di lokasi mengungkap keberadaan 300 unit pemrosesan grafis atau GPU, 80 terminal tegangan menengah, serta delapan antena satelit. Seluruh perangkat itu mendukung proses komputasi intensif untuk memecahkan algoritma dan menghasilkan aset digital baru.
Skalanya relatif kecil dibandingkan standar operasi penambangan kripto komersial internasional. Namun, fasilitas tersebut tercatat sebagai tambang kripto ilegal keempat yang ditemukan di Puebla sejak awal tahun lalu.
Modus baru kejahatan terorganisir
Temuan di Puebla menjadi bagian dari penyelidikan Meksiko terhadap penggunaan mata uang kripto oleh kelompok kejahatan terorganisir. Aktivitas kelompok tersebut tidak lagi terbatas pada perdagangan narkoba dan pemerasan, tetapi berkembang ke kejahatan keuangan yang lebih rumit serta sulit dilacak.
“Kartel narkoba tampaknya telah mencapai tingkat kecanggihan baru,” kata analis keamanan yang berbasis di Meksiko, David Saucedo, seperti dikutip Reuters, Minggu (13/9/2026).
Menurut Saucedo, pembangunan operasi semacam itu memerlukan keahlian teknis dan sokongan pihak dengan kemampuan pendanaan besar, seperti salah satu kartel terkuat di Meksiko. Kantor Kejaksaan Federal Meksiko belum memberikan keterangan karena penyelidikan masih berlangsung.
Pemanfaatan kripto untuk aktivitas ilegal juga meningkat secara global. Chainalysis mencatat alamat dompet yang dikaitkan dengan kegiatan kriminal menerima sekitar US$154 miliar sepanjang 2025, lebih dari dua kali lipat dibandingkan US$59 miliar pada tahun sebelumnya.
Perusahaan analisis blockchain itu menyebut sebagian besar kenaikan tersebut didorong oleh transaksi untuk menghindari sanksi, termasuk pembayaran yang melibatkan pemerintah atau entitas yang dikenai sanksi. Caio Motta, spesialis Amerika Latin di Chainalysis, mengatakan kartel di kawasan tersebut semakin sering memanfaatkan transfer kripto dan kegiatan penambangan untuk mencuci uang, di tengah meluasnya adopsi mata uang virtual secara legal oleh individu maupun institusi.
Dugaan pencurian listrik dari PLTA
Biaya energi menjadi unsur penting dalam operasi penambangan kripto. Motta menjelaskan, fasilitas semacam itu biasanya mencari listrik berbiaya sangat rendah atau dibangun di wilayah yang dikuasai kelompok kejahatan terorganisir sehingga pelaku dapat mencuri daya dan mendirikan infrastruktur penambangan berskala besar.
Indeks Konsumsi Listrik Bitcoin dari Universitas Cambridge memperkirakan biaya untuk menghasilkan satu Bitcoin hampir mencapai US$45.000. Ketika harga Bitcoin berada di kisaran US$78.000, penambangan masih menawarkan potensi keuntungan besar, terlebih apabila biaya listrik dapat dihilangkan melalui pencurian energi.
“Jika mereka mencuri listriknya, maka biaya utama operasionalnya adalah… ya, nol,” ujar pakar pencurian energi dari Universitas Iberoamericana di Meksiko, Samuel Leon, ketika membahas fasilitas di Puebla.
Pihak berwenang kini menyelidiki kemungkinan listrik untuk mengoperasikan tambang kripto tersebut dicuri dari bendungan pembangkit listrik tenaga air yang berada di dekat lokasi.












