Perusahaan-perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) mulai memperlakukan keselamatan teknologi sebagai agenda bersama, termasuk dengan melibatkan pesaing mereka. OpenAI, Anthropic, dan Alphabet dalam beberapa pekan terakhir disebut intensif membahas standar keamanan untuk menghadapi risiko yang dapat muncul dari perkembangan AI.
Kepala Kebijakan Global OpenAI, Cris Lehane, mengatakan kerja sama lintas perusahaan menjadi pilihan yang lebih baik untuk mengurangi potensi bahaya. “Lebih baik mencoba bekerja sama untuk memprioritaskan keselamatan,” ujar Lehane, dikutip dari Reuters, Rabu (16/9/2026).
Menurut Lehane, OpenAI juga siap mendukung regulasi pemerintah yang ditujukan untuk menekan berbagai risiko negatif akibat kemajuan AI. Pernyataan itu disampaikan ketika perusahaan teknologi dan para pemimpinnya semakin terbuka membahas kemungkinan ancaman dari teknologi yang mereka kembangkan sendiri.
Peringatan dari para pemimpin industri
CEO Anthropic, Dario Amodei, sebelumnya menyerukan agar pengembangan AI tingkat lanjut tidak dilakukan dengan kecepatan yang sama seperti saat ini. Seruan tersebut dituangkan dalam esai berjudul “We Must Pace the Frontier”.
Amodei menilai kemajuan AI meningkat tajam sejak musim panas 2026. Salah satu alasannya, sistem AI disebut terus memperlihatkan kemampuan mandiri untuk menciptakan generasi AI berikutnya yang lebih canggih. Perkembangan semacam itu memunculkan kekhawatiran bahwa kemampuan teknologi dapat tumbuh lebih cepat daripada mekanisme pengaman yang tersedia.
Seruan Amodei mendapat dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman. Ia menyatakan OpenAI berniat mengadopsi usulan Anthropic untuk melibatkan evaluator independen dalam pengujian keamanan. Para evaluator tersebut akan diberi akses yang setara dengan karyawan internal, sehingga dapat memeriksa aspek keselamatan secara lebih menyeluruh.
Altman sendiri telah memperingatkan risiko AI jauh sebelum kekhawatiran tersebut kembali menguat pada 2026. Dalam esainya pada 2015 yang berjudul “Machine Intelligence, Part 1”, ia menyebut ancaman terbesar muncul ketika kecerdasan mesin benar-benar melampaui kemampuan manusia untuk mengendalikannya.
Dukungan Elon Musk
Elon Musk, yang memimpin SpaceX dan xAI, juga menyatakan dukungan terhadap pandangan Amodei mengenai perlunya memperlambat pengembangan AI tingkat lanjut. Sikap itu sejalan dengan langkah Musk pada 2023, ketika ia mendukung petisi Future of Life Institute yang mendesak penghentian sementara pengembangan AI selama enam bulan.
Petisi tersebut didorong oleh kebutuhan untuk memberi waktu kepada dunia internasional dalam menyusun mekanisme pengamanan atau safety guardrails yang lebih matang. Mekanisme itu dinilai penting sebelum kemampuan AI berkembang ke tingkat yang berpotensi berada di luar kendali.
Dengan pembahasan standar keamanan yang kini mempertemukan OpenAI dengan Anthropic dan Alphabet, perusahaan-perusahaan tersebut mulai menempatkan kerja sama dan regulasi sebagai bagian dari respons terhadap risiko AI, bukan hanya mengandalkan persaingan untuk menghasilkan sistem yang semakin canggih.












