Berita  

Pemerintah AS Ketahuan Pakai AI China, Diduga Bajakan

Fitur pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI) buatan Alibaba, perusahaan teknologi asal China, sempat digunakan di situs Federal Register milik National Archives Amerika Serikat (AS). Layanan tersebut membantu pengguna menelusuri komentar publik mengenai rancangan regulasi federal sebelum akhirnya dihapus.

Keberadaan fitur itu terungkap setelah ramai dibahas di media sosial. Mengutip Reuters, Sabtu (19/9/2026), fitur berbasis Qwen tersebut tersedia setidaknya pada Rabu (16/9/2026). Namun, belum diketahui sejak kapan model AI itu mulai digunakan di situs pemerintah AS tersebut.

Fitur dihapus setelah menjadi sorotan

Federal Register merupakan situs yang memuat informasi mengenai aturan federal yang diusulkan serta komentar publik terkait regulasi tersebut. Dalam kasus ini, Qwen digunakan sebagai alat bantu pencarian agar pengguna dapat menelusuri masukan publik mengenai rancangan aturan.

Penggunaan model AI China itu menjadi perhatian karena muncul di tengah meningkatnya persaingan teknologi antara Washington dan Beijing. Sorotan tersebut juga datang tidak lama setelah FBI menuduh Alibaba melakukan penyalinan yang merugikan terhadap teknologi AI milik Anthropic.

Pejabat AS sebelumnya menyebut perusahaan-perusahaan AI China melakukan penyalinan teknologi Amerika dalam skala industri. China membantah tuduhan tersebut. Belum ada penjelasan mengenai alasan Federal Register menghapus fitur Qwen setelah isu itu mencuat.

Daniel Castro dari Information Technology and Innovation Foundation menilai penggunaan model AI China oleh situs pemerintah AS bertentangan dengan rivalitas teknologi yang sedang berlangsung antara kedua negara.

“Ini adalah salah satu hal paling gila yang pernah saya lihat,” kata Castro.

Perdebatan soal keamanan data

Sejumlah pakar keamanan menilai penggunaan Qwen di Federal Register belum tentu menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional. Pertimbangannya, situs tersebut berisi informasi yang memang tersedia untuk publik, termasuk komentar masyarakat mengenai rancangan regulasi.

Meski begitu, anggota DPR AS John Moolenaar menolak penggunaan AI China oleh lembaga pemerintah federal dalam bentuk apa pun. Ia memperingatkan bahwa pemakaian model tersebut dapat meningkatkan ketergantungan pemerintah AS terhadap teknologi China.

“Tidak ada entitas pemerintah federal yang boleh menggunakan model AI China. Melakukan hal itu hanya membuat pemerintah federal semakin bergantung pada model AI China dan itu bukan kepentingan nasional,” kata Moolenaar.

Senator AS Mark Warner menyoroti persoalan yang berbeda, yakni kemungkinan perpindahan data ke luar sistem keamanan pemerintah. Menurut dia, tingkat risikonya bergantung pada apakah data AS keluar dari batas keamanan pemerintah dan diproses melalui sistem yang dikendalikan Alibaba.

Dengan demikian, perdebatan tidak hanya berkisar pada asal negara pembuat model AI, tetapi juga pada jenis data yang diproses dan lokasi sistem tempat data tersebut digunakan. Dalam kasus Federal Register, para pakar mencatat bahwa materi yang tersedia di situs itu bersifat publik, sementara pertanyaan mengenai kapan Qwen mulai dipakai dan bagaimana sistem tersebut memproses data belum diketahui.

Source link