Situs yang selama ini digunakan kelompok ransomware Cl0p untuk memamerkan data korban dan menerima pembayaran tebusan justru berbalik menjadi sasaran pemerasan. Kelompok peretas saingan, ShinyHunters, dilaporkan mengambil alih situs tersebut dan menuntut tebusan bernilai delapan digit dalam dolar AS.
Setelah dikuasai, tampilan utama situs Cl0p diubah. ShinyHunters memasang pemberitahuan yang menyatakan domain tersebut telah disita. Tidak ada rincian mengenai angka pasti tuntutan, tetapi nominalnya disebut mencapai delapan digit dolar AS—nilai yang dalam pesan mereka disebut setara dengan 2,333 persen dari kekayaan bersih dan mengindikasikan kepemilikan aset hingga ratusan juta dolar.
Nilai tebusan terus bertambah
Dalam pesan yang ditampilkan di situs itu, ShinyHunters menyatakan tuntutan masih dapat dinegosiasikan. Mereka juga memperingatkan bahwa nilai tebusan akan terus meningkat selama 24 jam apabila Cl0p tidak memberikan respons.
“Saya harap Anda bisa membayar jumlah itu karena itu tuntutannya, dan bisa dinegosiasikan. Kumpulkan atasan kalian di depan whiteboard ruang komando. Waktu terus berjalan, bodoh. Mohon maaf atas ketidakprofesionalan kami,” demikian isi pengumuman tersebut.
Pada Senin lalu, tuntutan itu dilaporkan telah meningkat. Dalam perkembangan yang sama, Cl0p disebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Perubahan situasi ini membuat kelompok yang biasanya memaksa korban membayar uang tebusan harus menghadapi pola serangan serupa dari pihak lain.
Operator Cl0p dan serangan Oracle
Sehari sebelum tuntutan tersebut dilaporkan bertambah, ShinyHunters sempat mengunggah pesan lain yang membocorkan tiga orang yang diklaim sebagai operator utama Cl0p. Ketiga nama itu disebut telah masuk dalam laporan publik, meski identitasnya tidak dirinci dalam informasi tersebut.
Pesan ShinyHunters juga mendesak penyerahan hasil pekerjaan yang berkaitan dengan target perangkat lunak Oracle E-Business. Platform tersebut merupakan perangkat lunak bisnis yang populer dan menjadi bagian dari insiden serangan siber yang mendapat perhatian sejumlah lembaga.
Ketika serangan terhadap Oracle E-Business berlangsung, Oracle, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), serta badan keamanan siber nasional Inggris dan Singapura merespons dengan mengeluarkan peringatan keras. Sumber tidak merinci bentuk penyerahan yang diminta maupun hasil negosiasi antara ShinyHunters dan Cl0p.












