Berita  

Gaya Mark Zuckerberg Pamer Kacamata Cabul dan Tamagotchi

Meta memperluas ambisinya di bidang kecerdasan buatan (AI) melalui rangkaian perangkat baru yang diperkenalkan pada Rabu, 23 September 2026. Perusahaan tersebut meluncurkan perangkat realitas virtual (VR) premium, kacamata pintar Ray-Ban Meta Audio tanpa kamera, serta perangkat genggam kecil bernama Meta Charm yang dirancang untuk menjalankan asisten AI Muse.

Peluncuran ini menempatkan Meta pada dua jalur sekaligus: mendorong perangkat komputasi baru di luar ponsel pintar dan menjawab kritik publik mengenai privasi perangkat yang dapat merekam lingkungan sekitar.

Perangkat VR seharga US$1.299

Produk paling mahal dalam pengumuman tersebut adalah kacamata VR yang dibanderol US$1.299 atau sekitar Rp23 juta. Perangkat ini dirancang untuk bersaing di segmen premium, termasuk dengan Apple Vision Pro, tetapi Meta mencoba menghadirkan bentuk yang lebih ringkas dibandingkan headset VR konvensional.

Desainnya menyerupai kacamata hitam dengan bingkai melengkung. Bobot unit utama disebut setara satu pak kartu remi. Untuk menjaga agar kacamata tetap ringan, baterai dan prosesor dipindahkan ke unit terpisah berbentuk cakram.

Kacamata tersebut dapat merespons gerakan mata, suara, dan tangan. CEO Meta Mark Zuckerberg menyebutnya sebagai sebuah “terobosan”. Meta berharap pendekatan desain itu dapat membantu teknologi VR menjangkau pasar yang lebih luas, setelah perangkat sejenis sebelumnya menghadapi kendala berupa harga tinggi dan ukuran headset yang berat.

Produk VR itu dijadwalkan meluncur pada musim semi 2027.

Ray-Ban tanpa kamera dan tantangan privasi

Meta juga memperkenalkan Ray-Ban Meta Audio, kacamata pintar yang tidak dilengkapi kamera, tetapi tetap mampu merekam audio. Produk ini akan mulai dikirimkan pada 13 Oktober dengan harga mulai US$349 atau sekitar Rp6,2 juta.

Harga tersebut sekitar US$100 atau Rp1,8 juta lebih rendah dibandingkan versi Ray-Ban terbaru yang dilengkapi kamera. Penghapusan kamera menjadi bagian dari upaya Meta merespons kekhawatiran bahwa perangkat pintar dapat mengambil foto atau video tanpa sepengetahuan orang di sekitarnya.

Namun, ketiadaan kamera belum sepenuhnya menghilangkan persoalan privasi. Direktur IDC Jitesh Ubrani menilai perangkat itu tetap berpotensi disalahgunakan untuk merekam percakapan atau suara. Karena itu, menurut dia, Meta perlu memastikan pengguna maupun orang-orang di sekitar mengetahui ketika perekaman berlangsung.

Muse diperluas, Meta Charm menyusul

Asisten AI Muse kini diperluas ke seluruh lini kacamata pintar Meta. Teknologi tersebut akan menjadi antarmuka utama yang memungkinkan pengguna menjalankan berbagai aktivitas melalui perintah suara, termasuk berbelanja, membuat janji temu, dan menyelesaikan sejumlah tugas dengan bantuan AI.

Untuk mendukung penggunaan Muse, Meta memperkenalkan Meta Charm. Perangkat mungil ini berukuran kira-kira sebesar wadah pengisi daya AirPods, dilengkapi layar sentuh sekitar 2 inci dan konektivitas 5G. Meta menjadwalkan pengiriman perangkat tersebut menjelang musim liburan pada Desember.

Rangkaian produk itu memperlihatkan upaya Meta membangun ekosistem perangkat AI sekaligus mencari bentuk platform komputasi berikutnya setelah ponsel pintar.

Source link