Berita  

Ilmuwan Ungkap Otak Manusia Ternyata Ada Dua, Benarkah?

Penelitian ilmuwan Universitas Stanford menantang anggapan bahwa otak manusia berkembang dari satu asal yang sama. Studi tersebut menemukan bahwa otak tersusun atas dua sistem perkembangan yang berbeda, tetapi kemudian menyatu secara spasial sepanjang proses evolusi.

Temuan itu memperlihatkan bahwa bagian depan otak dan bagian belakang otak berasal dari sel progenitor yang berbeda. Keduanya berkembang melalui jalur masing-masing selama ratusan juta tahun terakhir sebelum membentuk sistem otak yang dikenal pada manusia modern.

Dua jalur perkembangan otak

Para peneliti mempelajari embrio tikus yang sedang berkembang untuk menelusuri asal-usul sel pembentuk otak. Dari penelitian tersebut, mereka menemukan bahwa otak belakang mengikuti jalur perkembangan yang terpisah. Jalur itu berjalan paralel dengan proses pembentukan otak depan dan otak tengah.

Menurut temuan tersebut, salah satu sistem otak bertanggung jawab atas fungsi-fungsi vital tubuh, termasuk pernapasan dan detak jantung. Sistem lainnya berkaitan dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti bahasa, kesadaran, dan pemikiran abstrak.

“Untuk pertama kalinya, kami menunjukkan bagian depan otak berasal dari sel progenitor yang sama sekali berbeda dengan bagian belakang otak,” kata penulis senior studi dari Universitas Stanford, Kyle Loh, dikutip dari laman People, Jumat (25/9/2026).

Loh menjelaskan, kedua sistem saraf itu pada awalnya berkembang secara terpisah. Namun, dalam perjalanan evolusi, keduanya kemudian bergabung secara spasial.

Menjelaskan tantangan penelitian penyakit otak

Para ilmuwan menilai temuan ini dapat membantu menjelaskan mengapa peneliti selama ini kesulitan menumbuhkan jenis sel otak tertentu. Perbedaan asal-usul sel dan jalur perkembangannya dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi upaya tersebut.

Hasil penelitian itu juga memberi konteks untuk memahami sejumlah kondisi yang berkaitan dengan batang otak dan bagian belakang otak. Di antaranya adalah atrofi otot tulang belakang atau spinal muscular atrophy (SMA), serta sklerosis lateral amiotrofik (ALS), yang juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig.

Salah satu penulis utama studi, Rayyan Jokhai, mengaku terkejut dengan hasil penelitian tersebut. Ia mengatakan, istilah “otak” selama ini dapat memberi kesan bahwa organ itu merupakan satu kesatuan yang memiliki asal tunggal.

“Saya terkejut dengan temuan kami, sebab kata otak menyiratkan organ berkesinambungan dengan memiliki asal tunggal,” ujar Jokhai.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kesatuan fungsi otak manusia saat ini tidak serta-merta berarti seluruh bagiannya memiliki asal perkembangan yang sama. Sebaliknya, sistem yang mengatur fungsi dasar tubuh dan sistem yang mendukung kemampuan kognitif tingkat tinggi ternyata memiliki sejarah perkembangan yang berbeda sebelum terintegrasi.

Source link