Berita  

Aturan Baru Pemerintah Bikin Bandar Judol Ketar-Ketir

Brasil mencabut seluruh lisensi perjudian online yang beroperasi di negaranya melalui kebijakan darurat. Keputusan tersebut segera mengguncang industri taruhan global karena negara itu baru melegalkan perjudian daring secara penuh pada Januari 2025 dan sempat dipandang sebagai salah satu pasar pertumbuhan paling menjanjikan bagi operator internasional.

Dua perusahaan besar, Flutter Entertainment dan Entain, memperingatkan bahwa larangan tersebut akan menekan kinerja keuangan mereka. Kebijakan itu juga menghapus prospek ekspansi jangka panjang yang sebelumnya menjadi salah satu daya tarik utama pasar Brasil.

Operator global hitung ulang proyeksi

Flutter Entertainment, pemilik platform taruhan FanDuel, menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan pemerintah Brasil. “Flutter sangat kecewa dengan perkembangan ini dan sedang meninjau semua opsi yang tersedia, termasuk potensi untuk mengajukan banding,” kata perwakilan perusahaan dalam keterangan resmi yang dikutip Reuters, Selasa (29/9/2026).

Entain, induk usaha Ladbrokes, menyampaikan sikap senada. Perusahaan tersebut sebelumnya memproyeksikan Brasil akan menyumbang sekitar 5% terhadap total net gaming revenue (NGR) pada 2026. Setelah kebijakan baru diterbitkan, Entain memperkirakan pertumbuhan NGR tahun depan hanya berada di kisaran 4% hingga 6%.

Perubahan tersebut juga diperkirakan membawa laba inti Entain ke batas terbawah dari target sebelumnya, yakni sekitar 910 juta pound sterling hingga 960 juta pound sterling. Meski begitu, analis Davy, Paul Ruddy, menilai dampak langsung terhadap laba masih moderat karena bisnis di Brasil masih berada dalam tahap ekspansi dan investasi awal.

Menurut Ruddy, kerugian yang lebih besar bagi perusahaan bukan semata-mata penurunan kinerja dalam waktu dekat, melainkan hilangnya peluang jangka panjang dari pasar Brasil.

Flutter memperkirakan larangan tersebut akan memangkas pendapatan perusahaan hingga 70 juta dolar AS pada 2026. Dampaknya terhadap laba inti yang disesuaikan diproyeksikan mencapai 20 juta dolar AS. Sebelumnya, Brasil menyumbang sekitar 1% dari total pendapatan Flutter pada akhir 2025.

Saham Entain tertekan

Reaksi pasar terlihat setelah pengumuman kebijakan tersebut. Saham Entain yang diperdagangkan di bursa global turun hingga 4,2%. Sementara itu, saham Flutter di bursa Amerika Serikat tercatat naik tipis 1,1% dalam perdagangan prapasar.

Tekanan tidak hanya dirasakan oleh dua perusahaan tersebut. Allwyn AG, grup lotere asal Swiss, mencabut seluruh panduan margin laba tahunannya akibat sentimen negatif yang muncul setelah kebijakan Brasil.

Analis Peel Hunt memperkirakan dampak terhadap perolehan laba Playtech pada tahun depan masih minor. Namun, perusahaan itu tetap termasuk dalam kelompok pelaku industri yang harus menghitung ulang eksposur bisnisnya di Brasil setelah pencabutan lisensi.

Menunggu persetujuan Kongres

Kebijakan yang diterbitkan pemerintah Brasil saat ini berstatus darurat. Agar berlaku secara permanen, aturan tersebut harus memperoleh persetujuan Kongres Brasil dalam waktu 120 hari.

Selama proses itu berlangsung, prospek operator global di Brasil masih bergantung pada keputusan legislatif tersebut. Bagi perusahaan yang baru mengalokasikan investasi dan membangun bisnis di pasar itu, pencabutan lisensi mengubah Brasil dari sumber pertumbuhan baru menjadi risiko terhadap proyeksi pendapatan dan laba 2026.

Source link