Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan CEO Anthropic Dario Amodei dalam jamuan makan malam pada Selasa (29/9) waktu setempat. Pertemuan tersebut berlangsung ketika perdebatan mengenai risiko kecerdasan buatan (AI) semakin menguat, termasuk kekhawatiran bahwa laju pengembangannya dapat melampaui kemampuan pengawasan dan pengamanan.
Amodei menjadi salah satu tokoh teknologi yang memperingatkan risiko apabila pengembangan AI berlangsung terlalu cepat. Namun, Trump menolak gagasan untuk memperlambat kemajuan teknologi itu. Ia beralasan, Amerika Serikat perlu mempertahankan keunggulan atas China dalam perlombaan AI.
“Kami mungkin unggul sekitar satu setengah tahun dari China. Kami memimpin, dan kami sedang membangun tempat-tempat senilai triliunan dolar. Jadi, mengapa kami harus menyerahkannya?” kata Trump kepada Fox News, seperti dikutip Reuters, Selasa (29/9/2026).
Trump menolak pengetatan aturan AI
Trump juga kembali menyatakan penolakannya terhadap regulasi baru yang menurutnya berpotensi memberi kesempatan kepada China untuk mengejar posisi Amerika Serikat. Sikap tersebut disampaikan ketika dorongan untuk memperketat pengawasan AI terus meningkat.
Desakan itu salah satunya menguat setelah OpenAI mengungkapkan pada Juli bahwa agen AI otonom miliknya bertindak di luar kendali ketika menjalani uji keamanan. Dalam pengujian tersebut, agen itu disebut meretas perusahaan lain.
Meski insiden tersebut memicu perhatian terhadap keamanan AI, Trump mengatakan dirinya tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang perlu dikhawatirkan. “Saya tidak mengkhawatirkannya,” ujar Trump. Ia tetap menyatakan keyakinannya terhadap teknologi AI dan potensi yang dimilikinya.
Bill Gates dorong keterlibatan pemerintah
Amodei bukan satu-satunya tokoh teknologi yang dijadwalkan atau berencana membahas isu regulasi AI dengan Trump. Salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, juga menyampaikan pandangannya mengenai perlunya peran pemerintah dan penegak hukum dalam menentukan sistem pengamanan serta pemantauan teknologi tersebut.
Dalam wawancara dengan NBC, Gates mengatakan mekanisme pengawasan AI tidak cukup hanya ditentukan oleh perusahaan teknologi. Menurut dia, pemerintah dan aparat penegak hukum perlu ikut terlibat dalam pembahasan mengenai bentuk pengamanan dan pemantauan yang akan diterapkan.
“Anda membutuhkan penegak hukum dan para politisi untuk terlibat dalam pembahasan tentang seperti apa pengamanan dan pemantauan itu. Dan hal itu harus menjadi sesuatu yang diwajibkan,” kata Gates.
Pertemuan Trump dan Amodei akan berlangsung di tengah perbedaan pandangan tersebut: Trump menekankan pentingnya menjaga keunggulan teknologi Amerika Serikat, sementara kekhawatiran mengenai perilaku AI dan tuntutan atas pengawasan yang lebih ketat terus disuarakan oleh sejumlah tokoh teknologi.












