Berita  

Trump Resmi Tunjuk Bos Intelijen AS Jadi “Kaisar AI”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentuk satuan tugas khusus untuk mengawasi pengembangan kecerdasan buatan (AI). Kelompok ini ditargetkan menyusun laporan dalam waktu 120 hari mengenai risiko, peluang, serta bentuk pengawasan yang perlu dijalankan pemerintah federal terhadap teknologi tersebut.

Trump juga menunjuk Jay Clayton untuk memimpin gugus tugas itu. Clayton saat ini menjabat sebagai Direktur Intelijen Nasional AS. Sebelumnya, Trump menyebut pemimpin kelompok tersebut akan berperan sebagai “Kaisar AI” atau AI Czar.

Gugus tugas menilai risiko dan peluang AI

Pembentukan gugus tugas tersebut dikonfirmasi melalui laporan Reuters yang dikutip pada Minggu (4/10/2026). Gedung Putih menyatakan kelompok itu dibentuk untuk meneliti risiko dan peluang AI, sekaligus memberikan rekomendasi mengenai peran pemerintah federal dalam mengawasi perkembangan teknologi tersebut.

Kelompok yang disebut Trump sebagai “Pasukan AI”-nya itu akan menyusun laporan pengawasan dalam jangka waktu 120 hari. Laporan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan pendekatan pemerintah terhadap pengembangan dan penggunaan AI.

The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan pada Sabtu bahwa Clayton ditunjuk sebagai kepala gugus tugas. Clayton menyebut kelompok tersebut sebagai “Pasukan Intelijen Super”, yang secara efektif akan menjalankan fungsi sebagai penanggung jawab urusan AI bagi presiden.

Dalam wawancara dengan CNBC Internasional sebelum informasi mengenai penunjukannya sebagai “Kaisar AI” Trump beredar, Clayton menilai perkembangan AI memiliki kaitan langsung dengan kepentingan keamanan nasional. “Kecerdasan super (AI) adalah masalah keamanan nasional,” ujarnya.

Pengawasan perusahaan AI

Clayton juga menyampaikan pandangannya mengenai lembaga yang paling tepat untuk mengawasi perusahaan-perusahaan AI. Menurut dia, lembaga federal seperti Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Federal lebih sesuai menjalankan fungsi tersebut dibandingkan mengandalkan sistem gugatan perdata.

Pernyataan Clayton disampaikan sehari setelah Trump menggelar pertemuan di Gedung Putih dengan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi terkemuka. Pertemuan itu dihadiri, antara lain, oleh perwakilan Anthropic dan OpenAI, dua perusahaan yang bergerak dalam pengembangan AI.

Dalam pertemuan tersebut, Trump mengatakan dirinya dan para eksekutif teknologi sepakat bahwa industri AI akan “mengawasi diri sendiri”. Ia juga menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut bertanggung jawab mengembangkan teknologi secara aman.

Pembentukan satuan tugas dan penunjukan Clayton menempatkan isu keamanan nasional, pengawasan pemerintah, serta tanggung jawab industri sebagai bagian utama dari kebijakan pemerintahan Trump terhadap AI. Gugus tugas itu kini memiliki waktu 120 hari untuk menyampaikan laporan mengenai langkah pengawasan yang perlu diambil pemerintah federal.

Source link