Pada Penyampaian Rancangan APBN Tahun Anggaran 2026 di Kompleks Parlemen, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjelaskan mengenai kebijakan pemerintahannya yang menghapus tantiem di BUMN yang mengalami kerugian dan mengurangi jumlah komisaris BUMN. Prabowo mengungkapkan bahwa temuan fakta terkait tantiem atau bonus bagi direksi atau komisaris BUMN di lapangan dirasa tidak masuk akal. Ia menegaskan bahwa tantiem merupakan istilah asing yang digunakan untuk menyembunyikan informasi, dan mengungkapkan pengetahuan bahwa ada komisaris BUMN yang mendapatkan tantiem besar meskipun hanya menghadiri rapat sebulan sekali. Prabowo menekankan pentingnya transparansi dan keuntungan yang nyata bagi BUMN, serta memberikan arahan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara untuk melakukan penataan dalam BUMN yang merugi, termasuk pemangkasan jumlah komisaris yang berlebihan. Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang efisien dan berkualitas, serta menekankan bahwa setiap belanja negara harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, seperti menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli, dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Prabowo Beberkan Alasan Hapus Tantiem BUMN
Read Also
Recommendation for You

Presiden RI Prabowo Subianto telah kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan…

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing untuk menghadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan…

Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Xi Jinping di Beijing menghasilkan kesepakatan yang signifikan. Kedua pemimpin…

Pada tanggal 3 September, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menerima kunjungan dari Presiden Indonesia, Prabowo di…

Pimpinan DPR telah menerima dan merespons kekhawatiran yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan…

