Berita  

Aplikasi Telepon Dibayar Rp 5 Ribu: Mengapa Mendadak Hilang?

Aplikasi Neon Mobile, yang memberikan imbalan kepada pengguna setiap kali mereka menelepon, akhirnya ditarik dari toko aplikasi karena adanya kebocoran data pengguna. Aplikasi ini menawarkan uang sebesar US$ 0,3 per menit untuk setiap percakapan telepon penggunanya. Pengguna bisa mengumpulkan uang dalam jumlah besar per tahunnya. Sayangnya, hasil rekaman audio dari pengguna Neon Mobile ditemukan akan dijual ke perusahaan AI.

Setelah ditemukan adanya lubang keamanan dalam aplikasi Neon, pendiri dan CEO Alex Kiam mengakui kesalahannya. Aplikasi ini tiba-tiba lenyap dari App Store setelah Tech Crunch mengidentifikasi masalah keamanan tersebut. Kiam segera memutuskan koneksi aplikasi ke server perusahaan dan memberi pemberitahuan kepada pengguna untuk menyetop sementara operasional aplikasi.

Lubang keamanan yang terungkap adalah kurangnya sistem keamanan di server Neon yang memungkinkan pengguna untuk mengakses data orang lain secara tidak sah. Fitur-fitur aplikasi ini, termasuk melihat daftar panggilan telepon dan uang yang dihasilkan dari setiap panggilan, seharusnya tidak memungkinkan akses ke detail seperti transkrip percakapan dan alamat web file audio yang direkam.

Meskipun Neon menyatakan bahwa aplikasi hanya merekam panggilan telepon pengguna, namun fakta yang terungkap oleh Tech Crunch lebih mengkhawatirkan. Dalam ketentuan layanan, Neon memiliki hak untuk menjual, menggunakan, atau bahkan memodifikasi rekaman pengguna tanpa sepengetahuan mereka.

Neon Mobile sangat populer, sehingga aplikasinya merangkak naik ke posisi kedua untuk jejaring sosial di App Store Amerika Serikat. Meskipun sebelumnya berada di peringkat 476, peringkatnya melonjak tajam dalam seminggu terakhir. Neon bahkan mencapai posisi keenam untuk aplikasi teratas pada hari Rabu yang lalu. Dengan kepopulerannya, tentu saja keamanan data pengguna harus menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan pengguna.

Source link