Sejumlah tokoh kaya dan perusahaan teknologi terkemuka Amerika Serikat dilaporkan sebagai calon pembeli TikTok. Nama-nama yang muncul antara lain Oracle, Silver Lake, dan MGX Abu Dhabi. Mereka disebut akan mengakuisisi 45% saham TikTok di Amerika Serikat. Meskipun begitu, Bytedance masih akan mempertahankan sebagian saham di anak perusahaannya di AS sebesar 19,9%. Sementara itu, investor lain termasuk Bytedance dan pemegang saham baru akan memegang sisanya.
Presiden AS, Donald Trump, telah menandatangani perintah eksekutif pada Kamis untuk mendukung kesepakatan tersebut agar TikTok bisa tetap beroperasi di Amerika Serikat. Jika kesepakatan berjalan lancar, Bytedance akan tidak lagi terlibat dalam operasional TikTok di AS, sesuai permintaan untuk menjual aplikasi tersebut. Trump terus berupaya mempertahankan aplikasi tersebut dengan memperpanjang batas waktu divestasi. Kesepakatan juga terkait dengan hubungan Trump dengan miliarder Jeff Yass, seorang investor Partai Republik yang juga berinvestasi pada Bytedance dan memiliki saham di Truth Social, media sosial yang dimiliki oleh Trump.
Perusahaan lain yang mendukung Bytedance diharapkan akan berkontribusi pada ekuitas baru TikTok di Amerika Serikat, termasuk General Atlantic, Susquehanna, dan Sequoia. Ini menunjukkan bahwa TikTok memainkan peran penting dalam politik dan ekonomi, dengan upaya Trump untuk mempertahankan aplikasi tersebut di tengah-tengah perubahan kepemilikan. Semua ini adalah bagian dari dinamika perubahan kepemilikan dan regulasi yang ada di industri teknologi saat ini.












