NASA berada di bawah tekanan untuk merilis foto Komet 3I/ATLAS, sebuah komet antar-bintang langka yang baru-baru ini melintasi tata surya kita. Foto ini diambil oleh Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) saat mendekati Mars pada awal Oktober 2025, namun belum dipublikasikan hingga saat ini. Penundaan ini terjadi karena penutupan sementara pemerintah AS dan cuti staf NASA yang mempengaruhi pengolahan dan komunikasi publik.
Sementara itu, spekulasi di media sosial mengenai aktivitas makhluk luar angkasa mulai muncul, namun telah dibantah oleh para ilmuwan. Komet 3I/ATLAS pertama kali ditemukan pada 1 Juli 2025 oleh Asteroid Terrestrial-Impact Last Alert System (ATLAS). Komet ini menunjukkan perilaku tidak biasa saat mendekati Matahari, termasuk percepatan non-gravitasi dan semburan materi ke arah Matahari. Data tambahan dari Perseverance rover, Hubble, dan James Webb Space Telescope juga sangat diantisipasi.
Tekanan terhadap NASA semakin meningkat setelah Rep. Anna Paulina Luna (R-Fla.) mengirim surat kepada pejabat NASA pada 31 Oktober, meminta lembaga tersebut merilis data untuk mendalami pemahaman ilmiah tentang pengunjung antar-bintang. Ahli astrofisika Harvard Avi Loeb juga mendesak rilis data untuk mendukung pengamatan dan penelitian lebih lanjut, karena sejumlah anomali yang dimiliki Komet 3I/ATLAS.
Komet ini akan mencapai titik terdekat dengan Matahari pada 30 Oktober sekitar 130 juta mil, dan mendekati Bumi pada 19 Desember 2025 sekitar 170 juta mil tanpa ancaman benturan. Kepala NASA Sean Duffy bahkan merespons postingan Kim Kardashian tentang 3I/ATLAS di media sosial, dan mengundang Kardashian untuk melihat foto 3I/ATLAS yang dimiliki NASA.












