Penelitian terbaru menyebutkan bahwa selain Sesar Lembang, terdapat Sesar Cimandiri yang juga dapat memicu gempa besar di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat. Sesar Cimandiri ini merupakan sistem sesar aktif yang memiliki potensi untuk mempengaruhi aktivitas kegempaan di daerah tersebut. Kajian yang dilakukan oleh Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN mengungkapkan bahwa Sesar Cimandiri membentang sekitar 100 Km dari Pelabuhan Ratu hingga Padalarang di Jawa Barat.
Penelitian yang diberi judul “Geological and geomorphological insights into the Cimandiri Fault system: Fieldwork and preliminary findings in West Java, Indonesia” dipimpin oleh ahli perekayasa Pertama Putri Natari Ratna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami karakteristik serta pergerakan Sesar Cimandiri yang selama ini masih belum jelas. Melalui pendekatan geologi, geofisika, dan geodesi, tim peneliti melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mencari bukti aktivitas sesar.
Selain menggunakan teknologi GPS untuk mengetahui deformasi pada area sesar, tim peneliti juga melibatkan teknologi canggih seperti LiDAR, drone survei, dan SLAM LiDAR untuk pemetaan geospasial dengan tingkat akurasi tinggi. Berdasarkan catatan sejarah, wilayah Cimandiri pernah mengalami gempa dahsyat pada tahun 1982 dan 2000 yang menunjukkan aktivitas tektonik yang signifikan.
Penelitian ini menjadi penting dalam mitigasi bencana di Jawa Barat karena Sesar Cimandiri dapat memicu gempa bumi dan tsunami lokal. Diharapkan penelitian ini dapat membantu pemerintah daerah dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur yang lebih aman. Kolaborasi yang melibatkan berbagai lembaga di dalam negeri dan mitra internasional juga memperkuat kapasitas riset BRIN dalam memahami dinamika geologi Indonesia serta membuka peluang pertukaran pengetahuan dengan lembaga riset dunia.












