Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memberikan peringatan terkait potensi Megathrust di wilayah Indonesia. Melalui akun Instagram resminya, BMKG mengatakan kesiapsiagaan adalah kunci untuk menghadapi dampak bencana akibat Megathrust. Indonesia dikenal memiliki zona Megathrust, wilayah pertemuan lempeng yang menyimpan energi besar. Jika energi ini melepaskan, dapat menimbulkan gempa besar dan tsunami.
Ada 13 zona Megathrust di Indonesia yang perlu diperhatikan masyarakat, seperti Megathrust Mentawai-Pagai, Enggano, Selat Sunda, Jawa Barat-Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumba, Aceh-Andaman, Nias-Simelue, Batu, Mentawai-Siberut, Sulawesi Utara, Filipina, dan Papua. BMKG mengimbau agar semua masyarakat tetap waspada, karena beberapa segmen Megathrust belum aktif dalam waktu yang lama.
Meski tidak bisa memprediksi waktu pasti terjadinya Megathrust, BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan. Istilah “tinggal menunggu waktu” bukan berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat, melainkan menunjukkan potensi besar sesuai data sejarah geologi. BMKG juga memberikan poin kesiapsiagaan yang bisa dilakukan sejak sekarang, seperti mengenal potensi gempa di sekitar, mengetahui langkah-langkah saat terjadi gempa, memahami jalur evakuasi, membangun rumah tahan gempa, dan mengikuti informasi resmi BMKG.
Dengan informasi dan kesiapsiagaan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bencana Megathrust di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran akan potensi bencana alam.












