Kekhawatiran tentang kelangkaan chip memori telah memicu peningkatan pembelian komputer sepanjang tahun 2025. Kondisi ini diprediksi akan mendorong harga perangkat elektronik konsumen, termasuk komputer, HP, dan peralatan rumah tangga, naik di tahun 2026. Penyebab utamanya adalah tingginya permintaan akan chip memori akibat kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan chip AI khusus. Produsen chip memori lebih memprioritaskan produksi chip memori tingkat tinggi (HBM) untuk AI, mengesampingkan produksi chip konvensional untuk perangkat elektronik konsumen.
Akibatnya, harga chip memori melambung, dan pabrikan elektronik mengalami dilema antara menaikkan harga jual untuk konsumen atau menekan harga tanpa meningkatkan hardware produk baru. Krisis chip memori ini, bersama dengan kekhawatiran akan tarif perdagangan dan berakhirnya dukungan untuk Windows 10, telah menjadi faktor pendorong dalam peningkatan penjualan komputer sepanjang tahun 2025.
Menurut laporan dari firma riset IDC, pengapalan PC meningkat 9,6% secara tahunan pada kuartal-IV 2025, mencapai 76,4 juta unit. Total pengiriman PC sepanjang tahun 2025 meningkat 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total 284,7 unit. Pemimpin pasar tetap didominasi oleh Lenovo dengan 24,9% pangsa pasar global, diikuti oleh HP dan Dell Technologies.
Namun, pandemi chip memori yang dikhawatirkan di tahun 2026 dapat membawa dampak negatif pada pasar PC. Kemungkinan besar, PC akan memiliki spesifikasi yang lebih rendah dan harga jual yang lebih tinggi karena kelangkaan chip memori. Merek-merek besar seperti Lenovo, Apple, dan HP diprediksi akan bertahan dari krisis ini dengan memanfaatkan skala dan alokasi memori mereka untuk mengambil pangsa pasar dari pesaing yang lebih kecil dan regional. Pandangan dari IDC mengindikasikan bahwa pasar PC akan mengalami perubahan signifikan dalam waktu dekat, dengan kemungkinan penurunan spesifikasi dan kenaikan harga sebagai dampak dari kelangkaan chip memori yang terus berlanjut.












