Berita  

Jejak Makhluk Misterius Mirip Manusia di Sulawesi: Fenomena Terbaru

Penelitian terbaru telah mengungkapkan temuan arkeologis menarik di Leang Bulu Bettue, Sulawesi Selatan, yang menunjukkan aktivitas hunian manusia sudah ada sejak 208.000 tahun lalu. Studi yang dipimpin oleh Basran Burhan dari Griffith University, Australia, serta rekan-rekannya, mengidentifikasi dua fase budaya yang berbeda, dan bahkan ada kemungkinan tumpang tindih antara Homo sapiens dengan hominin arkais. Tim peneliti menemukan serangkaian artefak, alat batu, dan tulang hewan yang meliputi sebagian besar periode Pleistosen. Fase awal diperkirakan berasal dari sekitar 208.000 tahun lalu dan ditandai oleh alat batu sederhana serta jejak pemotongan hewan. Pada lapisan ini juga ditemukan alat batu berat yang dikenal sebagai pick, yang mengindikasikan tradisi budaya hominin arkais.

Menurut Adam Brumm dari Griffith University, tradisi budaya ini bertahan hingga Pleistosen Akhir, jauh sebelum manusia modern hadir. Perubahan besar terjadi sekitar 40.000 tahun lalu. Pada fase ini, peneliti menemukan teknologi alat batu baru bersama bukti perilaku simbolik dan ekspresi artistik yang menjadi ciri Homo sapiens. Terjadi transisi demografis dan budaya signifikan yang diduga mencerminkan kedatangan manusia modern dan menggantikan populasi hominin sebelumnya. Peneliti menyatakan bahwa kemungkinan Homo sapiens dan hominin arkais hidup bersama di Sulawesi pada periode yang sama. Situs Leang Bulu Bettue berpotensi menjadi situs pertama yang memberikan bukti langsung tentang tumpang tindih kronologis kedua garis manusia tersebut.

Studi ini juga mencatat adanya jejak budaya simbolik pada fase akhir, sejalan dengan penemuan seni cadas kuno di situs Sulawesi lainnya. Temuan menunjukkan bahwa kedatangan manusia modern membawa teknologi baru serta praktik budaya dan kognitif yang berbeda. Berbagai lapisan arkeologi yang belum digali di Leang Bulu Bettue memberikan peluang penemuan lanjutan yang menarik. Hasil penelitian telah dipublikasikan di jurnal PLoS ONE pada Desember 2025, membuka jendela lebar terhadap pemahaman kita tentang sejarah evolusi manusia di Pulau Sulawesi.

Source link