Berita  

Mengapa Krisis 2026 di Indonesia Membuka Peluang Bagi China

Krisis chip memori global tahun 2026 diyakini akan berdampak pada harga produk elektronik konsumen seperti laptop dan HP. Pabrikan HP seperti vivo dan Asus mengungkapkan bahwa mereka perlu menyesuaikan harga mereka di tahun tersebut, mengikuti perubahan global yang terjadi. Berdasarkan riset dari IDC, segmen HP dengan harga murah akan menjadi yang paling terdampak karena margin vendor di segmen tersebut tipis. Hal ini membuat perusahaan kesulitan menyerap kenaikan biaya. Di segmen menengah-atas, penyesuaian masih mungkin dilakukan dengan cara menyesuaikan spesifikasi agar biaya lebih terkendali.

Peningkatan harga chip memori telah terjadi signifikan, terutama pada jenis DDR4 dan DDR5 sejak akhir tahun 2025. Bahkan, beberapa harga chip memori bisa naik hingga empat kali lipat dalam satu bulan saja. Fenomena serupa juga terjadi di China di mana harga chip memori dipandang sebagai komoditas yang semakin bernilai. Produsen China, seperti Chanxin Memory Technologies (CXMT) dan Yangtze Memory Technologies (YMTC), siap melakukan ekspansi kapasitas dalam menghadapi kelangkaan chip memori global. CXMT berencana membangun fasilitas baru di Shanghai dengan kapasitas manufaktur yang lebih besar dari sebelumnya. Selain itu, YMTC juga berencana membangun fasilitas di Wuhan untuk memproduksi NAND dan DRAM. Adaptasi cepat China dalam merespons krisis chip memori dunia menunjukkan upaya mereka untuk mandiri dalam pengembangan teknologi chip.

Source link