Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diproyeksikan akan memberi kontribusi sebesar US$ 15,7 triliun secara global pada 2030. Pengembangan AI Generatif di Indonesia juga berpotensi memberi kontribusi sebesar US$ 243,5 miliar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar yang cukup besar di masa depan, menarik minat investasi dari perusahaan teknologi raksasa seperti NVIDIA dan META. Investasi ini menjadi sinyal bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor AI. Disamping itu, Indonesia juga diberikan kesempatan untuk menciptakan 1,8 juta lapangan pekerjaan hijau baru, namun masih perlu pengembangan lebih lanjut terutama dalam peningkatan jumlah insinyur di Tanah Air. Pemerintah berupaya menambah 15.000 insinyur di Indonesia dengan tujuan untuk memperkuat sektor semikonduktor dan teknologi AI. Kerja sama antara Danantara dan Arm Ltd juga diharapkan dapat mempercepat penguasaan teknologi strategis yang menjadi dasar inovasi digital modern di Indonesia.
Kejar Rp 4.110 Triliun: Airlangga Berharap Merekrut 15.000 Warga RI
Read Also
Recommendation for You

Pemerintah Inggris dan AS telah memperingatkan bank-bank besar tentang ancaman baru yang disebabkan oleh model…

Kabar tentang kelangkaan chip yang terjadi secara global belakangan ini telah menimbulkan dampak yang signifikan…

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyoroti lonjakan kasus penipuan digital yang masih menjadi tantangan…

Pasar smartphone global mengalami penurunan pada awal tahun 2026, namun Apple berhasil mencetak rekor dengan…

Teleskop Radio VGOS yang sedang dibangun di Observatorium Bosscha oleh ITB menjanjikan teknologi canggih yang…







