Perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran telah memberikan keuntungan bagi Palantir. Di tengah gejolak bursa saham, saham Palantir malah mengalami lonjakan 15% dalam seminggu ini. Meskipun indeks Nasdaq, yang didominasi oleh saham teknologi, mengalami penurunan 1,2% akibat tekanan dari saham-saham besar seperti Apple, Google, dan Micron, Palantir tetap menarik minat investor. Hal ini dikarenakan tindakan keras Presiden AS, Donald Trump, yang belum menunjukkan tanda-tanda akhir perang di Iran, membuat para investor beralih ke saham Palantir. Sebagai perusahaan penyedia perangkat lunak untuk pemerintah AS, terutama dalam bidang militer dan intelijen, Palantir menarik perhatian dengan kemitraannya dengan Anthropic untuk proyek pertahanan militer AS. Analis di Rosenblatt juga mempertahankan rekomendasi beli untuk saham Palantir dan menaikkan target harga menjadi US$200. Dengan konflik di Timur Tengah memberikan peluang yang baik bagi proyek pemerintah yang didukung oleh Palantir, banyak investor melihat potensi kerja sama lebih lanjut antara Palantir dan Angkatan Darat AS di masa depan. Meskipun Palantir belum memberikan komentar publik tentang kemitraan dengan Anthropic, pelarangan penggunaan tool AI dari Anthropic oleh pemerintahan Trump menimbulkan pertanyaan tentang rencana mereka ke depan.
Keuntungan Bagi Perusahaan Akibat Perang Brutal di Iran
Read Also
Recommendation for You

Pemerintah Inggris dan AS telah memperingatkan bank-bank besar tentang ancaman baru yang disebabkan oleh model…

Kabar tentang kelangkaan chip yang terjadi secara global belakangan ini telah menimbulkan dampak yang signifikan…

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyoroti lonjakan kasus penipuan digital yang masih menjadi tantangan…

Pasar smartphone global mengalami penurunan pada awal tahun 2026, namun Apple berhasil mencetak rekor dengan…

Teleskop Radio VGOS yang sedang dibangun di Observatorium Bosscha oleh ITB menjanjikan teknologi canggih yang…







