Berita  

Pemerintah Mengawasi Aktivitas Online: Berdampak Bagi Warga?

Pemerintah Spanyol telah meluncurkan alat bernama HODIO, yang dirancang untuk memantau aktivitas masyarakat di media sosial. Tujuan utama dari alat ini adalah untuk meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan di platform media sosial. Singkatan HODIO sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang artinya ‘jejak kebencian dan polarisasi’. Alat ini dirancang untuk melacak, memperkuat, dan mengukur dampak ujaran kebencian secara otomatis di dunia digital.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengungkapkan bahwa kebencian yang tersebar di ruang digital dapat menyebabkan perpecahan dalam masyarakat. Dia bahkan menyamakan pentingnya membicarakan dampak kebencian dengan pembicaraan mengenai jejak karbon. HODIO akan bekerja untuk melacak aktivitas ini dan hasilnya akan diumumkan kepada masyarakat, sehingga mereka bisa melihat siapa yang bertanggung jawab, siapa yang memblokir konten, dan siapa yang mengambil keuntungan dari situasi tersebut.

Langkah penggunaan HODIO merupakan bagian dari upaya lebih luas yang dilakukan oleh Spanyol untuk membersihkan ruang digital. Bulan lalu, Spanyol mengumumkan rencana untuk mengatur media sosial, termasuk larangan penggunaan untuk orang di bawah usia tertentu. Aturan ini juga akan diberlakukan di Indonesia mulai tanggal 28 Maret 2026. Selain itu, Spanyol juga memberlakukan langkah-langkah untuk meminta pertanggungjawaban para eksekutif platform terkait konten ilegal atau ujaran kebencian yang ada dalam layanan tersebut.

Source link