Konflik di Timur Tengah semakin memanas dengan Iran memperingatkan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat seperti Google, Microsoft, Nvidia, dan Oracle sebagai target potensial serangan. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran mengancam akan menyerang “pusat ekonomi dan bank” yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah. Ancaman ini datang setelah gedung yang terkait dengan Bank Sepah diserang di Teheran. Pada hari ke-12 konflik ini, Iran melaporkan lebih dari 1.300 warga sipil meninggal akibat serangan dari Amerika Serikat dan Israel.
Munculnya peringatan dari Iran dipicu oleh serangan terhadap gedung bank di Teheran yang diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat. Pernyataan dari Khatam al-Anibya Headquarters, yang merupakan markas IRGC, menegaskan bahwa tindakan dari musuh memberikan alasan bagi Iran untuk menyerang pusat ekonomi. Daftar kantor perusahaan besar Amerika Serikat yang dianggap sebagai “target baru Iran” juga dirilis oleh Tasnim News Agency, yang memiliki hubungan dengan IRGC. Beberapa perusahaan tersebut antara lain Google, Microsoft, Palantir Technologies, IBM, Nvidia, dan Oracle.
Ancaman ini akibat dari serangan terhadap gedung-gedung terkait dengan bank di Teheran dan Beirut yang dikaitkan dengan Israel dan Hezbollah. Dampak dari konflik ini juga dirasakan oleh lembaga keuangan global seperti Citigroup, Standard Chartered, dan HSBC yang mulai mengambil langkah pengamanan terkait keselamatan karyawan dan pelanggan mereka. Peringatan dari komando militer Iran dan eskalasi konflik ini menambah ketegangan di Timur Tengah. Hati-hati terhadap ancaman tersebut perlu ditingkatkan dengan memahami situasi yang berkembang di kawasan tersebut.












