Berita  

Pengguna Handphone Waspada: 15 Juta Serangan di Website RI

Indonesia dilaporkan mengalami serangan berbasis web sebanyak 14.909.665 tahun lalu menurut laporan Kaspersky yang disampaikan oleh Country Manager Kaspersky Indonesia, Defri Nofitra. Jumlah serangan yang tinggi tersebut menunjukkan tingkat ancaman keamanan yang signifikan di ranah digital. Defri mengungkapkan bahwa ancaman on-device yang terdeteksi juga mencapai 39,7 juta pada tahun sebelumnya. Namun, disayangkan masih sedikit pengguna yang menggunakan antivirus pada perangkat ponsel mereka, meskipun ponsel merupakan perangkat yang penting dalam keseharian.

Selain itu, Defri juga menyoroti fakta bahwa 20% perusahaan telah mengalami serangan pada rantai pasokan selama setahun terakhir, dengan jenis serangan trusted relationship mencapai 22%. Serangan siber semakin canggih dengan penggunaan teknologi AI dan bot, sehingga perusahaan harus selalu waspada dan siap menghadapi serangan kapan pun itu terjadi. Menurut Defri, perlindungan keamanan digital tidak boleh diremehkan, dan perusahaan harus terus bersiap menghadapi ancaman tersebut baik melalui laptop maupun perangkat telepon genggam. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya proteksi digital perlu menjadi prioritas bagi semua pihak agar dapat melindungi data dan informasi secara efektif.

Semua pihak perlu memahami bahwa serangan siber dapat terjadi setiap saat dan mempersiapkan diri dengan baik adalah langkah yang tepat untuk melindungi diri dari risiko yang terkait dengan dunia maya. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat, kebutuhan akan keamanan digital menjadi semakin mendesak. Defri menekankan bahwa penting bagi perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan teknologi yang lama, tetapi juga terus mengikuti perkembangan teknologi baru guna melindungi diri dari serangan siber yang semakin canggih. Oleh karena itu, kesadaran akan ancaman keamanan digital harus ditingkatkan, baik dalam penggunaan laptop maupun ponsel pintar, guna mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh serangan siber di era digital ini.

Source link