Berita  

Ulah China di Taiwan: Dampaknya Meluas Ke Mana-mana

Tegang antara China dan Taiwan terus berlanjut hingga saat ini. China berusaha untuk mendapatkan teknologi manufaktur chip canggih dan talenta dari Taiwan. Hal ini terjadi karena China ingin mencapai kemandirian dalam sektor semikonduktor canggih, di tengah persaingan ketat dengan AS. Taiwan, yang dianggap oleh China sebagai wilayahnya, secara berkala melaporkan usaha China yang ilegal untuk mencuri teknologi dan talenta semikonduktor canggih dari negaranya. Selain itu, Taiwan juga memiliki hukum yang ketat untuk mencegah aliran teknologi tercanggih ke China.

Biro Keamanan Nasional Taiwan melaporkan bahwa China mencoba merayu industri teknologi tinggi Taiwan, seperti AI dan semikonduktor, untuk beroperasi di China. China juga terus menggunakan saluran tidak langsung untuk mengakses teknologi taiwan, dengan tujuan memperoleh produk-produk inti seperti chip pemrosesan canggih. Taiwan merupakan rumah bagi TSMC, produsen kontrak chip terbesar di dunia, yang menyuplai perangkat keras untuk perusahaan raksasa seperti Nvidia dan Apple.

China diperkirakan akan menggunakan berbagai metode hibrida, termasuk deepfake, untuk mengganggu pemilihan lokal di Taiwan. Jaringan Layanan Pemerintah Taiwan melaporkan lebih dari 170 juta upaya intrusi pada kuartal pertama tahun ini. Sementara itu, militer China terus meningkatkan tekanan terhadap Taiwan, dengan pesawat dan kapal militer China beroperasi di sekitar pulau tersebut. Meskipun menghadapi risiko domestik dan eksternal, China terus menggunakan ancaman terhadap Taiwan.

Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing, dengan mengatakan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka sendiri. Situasi tegang antara China dan Taiwan terus berlangsung, dengan berbagai upaya China untuk mendapatkan teknologi dan talenta dari Taiwan. Taiwan terus berusaha untuk melindungi teknologinya dan menolak campur tangan China dalam urusan dalam negerinya.

Source link