YouTube Menaikkan Harga Langganan Premium di Amerika Serikat
YouTube telah meningkatkan harga langganan Premium di Amerika Serikat (AS), menyusul tren kenaikan tarif yang dilakukan oleh platform streaming global lainnya. Kenaikan harga ini mencapai US$4 (Rp68.000) dan akan mulai berlaku pada siklus penagihan berikutnya.
Alphabet, perusahaan induk dari platform video ini, telah menetapkan harga paket individu YouTube Premium menjadi US$15,99 (Rp273.000) per bulan, meningkat dari sebelumnya US$13,99 (Rp239.000). Sementara itu, paket keluarga sekarang dihargai US$26,99 (Rp462.000) per bulan, atau naik US$4 dari tarif sebelumnya.
Selain itu, YouTube juga menaikkan harga layanan lainnya. Paket YouTube Lite yang lebih terjangkau sekarang dihargai US$8,99 (Rp153.000) per bulan. Paket ini menawarkan penontonan bebas iklan untuk sebagian besar video, namun tidak termasuk YouTube Music Premium dan tetap menampilkan iklan pada Shorts serta konten musik.
Sementara itu, langganan YouTube Music Premium secara terpisah juga naik US$1 (Rp17.000) menjadi US$11,99 (Rp205.000) per bulan.
Kenaikan harga ini merupakan yang pertama dilakukan YouTube di AS dalam tiga tahun terakhir. Saat ini belum jelas apakah kenaikan ini juga akan berdampak pada harga langganan YouTube Premium di negara lain, termasuk Indonesia.
Naiknya harga langganan YouTube terjadi di tengah gelombang kenaikan harga layanan streaming global, setelah Spotify lebih dulu menaikkan harga langganan di AS pada awal tahun ini. Netflix dan Disney+ juga telah menyesuaikan tarif mereka untuk menutupi kenaikan biaya konten dan operasional.
YouTube menyatakan bahwa perubahan harga diperlukan untuk menjaga fitur utama layanan mereka, termasuk menonton tanpa iklan, pemutaran di latar belakang, dan akses ke perpustakaan YouTube Music yang mengklaim memiliki lebih dari 300 juta lagu.
Dari perspektif pengguna, YouTube juga mencatat pertumbuhan pelanggan yang signifikan. Pada tahun lalu, layanan gabungan YouTube Music dan Premium telah melampaui 125 juta pelanggan secara global, meningkat dari sekitar 100 juta pelanggan pada tahun 2024. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda yang ingin tetap terhubung dengan layanan YouTube.












