Berita  

Asal-Usul Hajar Aswad: Kajian Sains Terbaru

Hajar Aswad: Batu Hitam Penuh Misteri di Tengah Masjidil Haram

Jakarta, CNBC Indonesia—Ketika musim haji tahun 2026 tiba, jutaan umat Muslim dari seluruh dunia akan berkumpul di Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah suci. Di antara semua kekayaan spiritual di sekitar Ka’bah, Hajar Aswad menjadi objek utama yang penuh misteri dan kekaguman.

Hajar Aswad, batu hitam yang terletak di sudut Ka’bah, telah menjadi simbol penting dalam tradisi Islam selama berabad-abad. Namun, selain makna spiritualnya, keberadaan batu ini juga menarik minat para ilmuwan untuk mengungkap asal-usulnya melalui pendekatan ilmiah.

Keberadaan Misterius Hajar Aswad

Dalam upaya menelusuri asal-usul Hajar Aswad, para peneliti telah mengajukan berbagai teori yang berbeda. Salah satunya adalah kemungkinan bahwa batu itu berasal dari material alami bumi, namun tidak sedikit yang berpendapat bahwa Hajar Aswad memiliki ciri-ciri meteorit.

E. Thomsen, dalam kajiannya pada tahun 1980, menyebutkan bahwa Hajar Aswad memiliki kesamaan dengan pecahan meteorit yang ditemukan di kawah tumbukan meteor Wabar. Lapisan putih di dalamnya kemungkinan berasal dari campuran zat kimia tertentu, sementara warna hitamnya disebabkan oleh nikel yang terbentuk akibat ledakan di luar angkasa.

Usia dan Perjalanan Misterius Hajar Aswad

Penelitian lain juga mengaitkan usia Hajar Aswad dengan periode sejarah kuno di wilayah Arab. Diketahui bahwa batuan tersebut kemungkinan dibawa ke Makkah dari wilayah Oman pada masa lampau.

Meskipun terdapat teori yang kuat mendukung klaim bahwa Hajar Aswad adalah meteorit, namun tetap terdapat kelemahan dalam hal karakteristik meteorit itu sendiri. Meteorit umumnya tidak mengapung, jarang pecah menjadi fragmen kecil, serta sulit untuk bertahan dalam kondisi tertentu.

Dengan begitu, misteri di balik Hajar Aswad terus menjadi perdebatan para ilmuwan dan sekaligus menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi jutaan jemaah yang datang ke Masjidil Haram setiap tahun.

Source link