Berita  

Pengganti Freon: Solusi Hemat Listrik untuk AC dan Kulkas

Penelitian Baru: Pengganti Freon dengan Garam untuk Pendingin Ruangan

Jakarta, CNBC Indonesia – Peneliti berhasil menemukan metode alternatif untuk menurunkan suhu ruangan tanpa menggunakan zat kimia berisiko seperti freon (HFC). Mereka memanfaatkan garam sebagai komponen utama dalam sistem pendingin ini.

Berdasarkan laporan IFL Science, teknologi pendingin konvensional bekerja dengan menyerap panas dari ruangan menggunakan cairan khusus, mengubahnya menjadi gas, lalu mengembalikannya ke cairan untuk proses pendinginan ulang. Namun, material yang digunakan dalam teknologi ini memiliki dampak lingkungan yang merugikan.

Metode Penyerapan Panas Baru

Peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory, University of California, Berkeley, mengembangkan cara baru untuk menyerap dan memindahkan energi panas tanpa risiko bagi lingkungan. Mereka memanfaatkan model di mana energi tersimpan dan dilepaskan saat material berubah bentuk, mirip dengan perubahan es menjadi air.

Dalam pendekatan ini, partikel ion digunakan untuk mencairkan es tanpa meningkatkan suhu sekitarnya. Contohnya adalah penggunaan garam untuk mencegah es di jalan raya saat musim dingin. Proses ini disebut sebagai siklus ionokalori.

Uji Coba dan Hasil

Tim peneliti telah menguji coba garam yang dibuat dari yodium dan natrium untuk mencairkan etilena karbonat. Cairan ini juga digunakan dalam baterai lithium-ion dan memiliki emisi yang rendah bahkan negatif.

Dalam uji coba, suhu ruangan berhasil diubah hingga 25 derajat Celcius dengan pengisian sebesar 1 volt. Langkah selanjutnya adalah menciptakan sistem yang praktis untuk aplikasi komersial. Salah satu pengembangan adalah mencari jenis garam yang paling efektif untuk menarik panas dari ruangan. Pada tahun 2025, garam berbasis nitrat terbukti menjadi yang paling efisien.

Dengan penemuan ini, diharapkan industri pendingin dapat beralih ke metode yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan efisiensi.

Source link