Soldier Born Mission Command (SBMC): Proyek Anduril dengan Angkatan Darat AS
Perusahaan teknologi pertahanan, Anduril, tengah menggarap proyek canggih untuk Angkatan Darat AS. Mereka bekerja sama dengan Meta Platforms milik Mark Zuckerberg dalam mengembangkan headset augmented reality (AR) yang fokus pada operasi militer.
Visi ‘Manusia Sebagai Sistem Senjata’
Anduril, dibawah pimpinan VP Quay Barnett, bertujuan mengoptimalkan visi ‘manusia sebagai sistem senjata’. Konsep cyborg menjadi inspirasi bagi pengembangan teknologi canggih ini. Salah satu proyek yang tengah dikerjakan adalah Soldier Born Mission Command (SBMC).
Proyek SBMC ini telah memenangkan kontrak senilai US$159 juta pada tahun 2025 lalu untuk menghasilkan prototipe headset AR yang akan dipasang pada helm militer. Selain itu, Anduril juga merancang proyek sampingan yang dibiayai sendiri, yaitu EagleEye.
EagleEye: Inovasi Headset Militer Anduril
EagleEye adalah gabungan helm dan headset canggih yang mendapatkan perhatian dari Anduril. Meskipun belum diminta oleh militer AS, Anduril yakin bahwa teknologi ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam operasi militer yang efektif.
Selain itu, Anduril juga tengah mengembangkan sistem penglihatan malam digital yang menjanjikan peningkatan signifikan dari teknologi sebelumnya. Mereka berupaya untuk menciptakan solusi yang memungkinkan integrasi AI dan teknologi AR dalam operasi militer secara efektif.
Alur Kerja Senjata Canggih Anduril
Headset yang dikembangkan oleh Anduril memiliki banyak fungsi yang dirancang untuk mempermudah tugas prajurit di medan perang. Dari pengelolaan drone hingga rekomendasi tindakan berikutnya, sistem ini dilengkapi dengan berbagai fitur canggih.
Meskipun menghadapi tantangan dalam implementasinya, Anduril optimis bahwa teknologi mereka dapat membantu meningkatkan efisiensi operasi militer, termasuk memfasilitasi integrasi drone dan tentara dalam satu kesatuan operasi.












