Indonesia Bangun Pusat Data Nasional Besar untuk Transformasi Digital
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia telah berhasil mendirikan pusat data nasional (PDN) dengan kapasitas yang sangat besar guna mendukung kebutuhan transformasi digital di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital, Aju Widya Sari.
Kapasitas PDN Indonesia
PDN yang telah dibangun Indonesia saat ini memiliki kapasitas mencengangkan, yaitu 25.000 core processor dengan memori sebesar 200 terabyte (TB) dan kapasitas penyimpanan mencapai 40 petabyte (PB). Selain itu, pusat data ini didukung oleh kapasitas daya listrik sebesar 5,2 megawatt (MW) dan tersedia juga kapasitas kelistrikan tambahan hingga 20 MW.
Aju menambahkan bahwa pemerintah berencana untuk membangun dua pusat data nasional tambahan di masa mendatang. “Pemerintah juga menargetkan akan membangun 2 pusat data nasional lagi yaitu di Batam dan di IKN,” ungkap Aju dalam Forum Nasional: Indonesia Digital Leap.
Peningkatan Kapasitas Data Center
Selain PDN, Indonesia juga telah memiliki sekitar 180 pusat data dengan kapasitas mencapai 0,74 watt per kapita. Pemerintah berambisi untuk meningkatkan kapasitas data center nasional hingga 6,87 watt per kapita pada tahun 2029.
Pemerintah juga telah mengimplementasikan berbagai regulasi terkait tata kelola data dan keamanan siber untuk menguatkan ekosistem digital nasional. Regulasi tersebut mencakup hukum, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri, serta peraturan badan terkait.
Saat ini, Indonesia telah melangkah maju dalam menghadapi tantangan transformasi digital dengan pembangunan infrastruktur data yang mumpuni dan regulasi yang mendukung. Semua langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia semakin solid dan berkelanjutan.
(Dem/Dem)












