Perubahan Iklim Membawa Dampak pada Kualitas Susu dan Keju
Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis perubahan iklim membawa dampak hingga ke industri keju. Para peneliti menyoroti kualitas susu sapi yang mulai berubah akibat kondisi lingkungan dan pola pakan ternak yang terdampak perubahan cuaca ekstrem.
Susu Sapi Mengalami Perbedaan Rasa Akibat Perubahan Iklim
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dairy Science oleh Universite Clermont Auvergne di Prancis menyoroti perubahan dalam rasa susu sapi akibat perubahan iklim. Hal ini terkait dengan jenis makanan yang dikonsumsi oleh sapi, yang akhirnya memengaruhi rasa keju yang dihasilkan.
Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan dua kelompok sapi pada tahun 2021. Hasilnya, ternyata sapi yang makan jagung menghasilkan susu dengan rasa yang kurang gurih dan kaya dibandingkan dengan sapi yang mengonsumsi rumput. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan pola pakan ternak dapat memengaruhi kualitas susu sapi secara signifikan.
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Produksi Susu di Berbagai Wilayah
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Prancis, namun juga di berbagai wilayah lain seperti Brasil. Seorang peternak sapi perah asal Brasil, Gustavo Abijaodi, mencatat penurunan kandungan susu di sana akibat perubahan iklim.
Pemanasan global telah menyebabkan suhu yang ekstrem, sehingga sapi makan lebih sedikit. Hal ini dapat berdampak pada penurunan kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan. Para ahli peternakan, seperti Marina Danes dari Universitas Federal Lavras, Brasil, menyebutkan bahwa sapi yang makan lebih sedikit dapat mengalami penurunan daya tahan tubuh dan rentan terhadap penyakit.
Dampak perubahan iklim pada industri keju tidak hanya merugikan peternak, namun juga konsumen yang akan merasakan perubahan dalam kualitas dan rasa produk susu. Upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap produksi susu sapi menjadi hal yang mendesak untuk menjaga kualitas pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat.












