Thailand Manfaatkan Artificial Intelligence untuk Tingkatkan Kualitas Durian
Jakarta, CNBC Indonesia – Thailand mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas ekspor durian. Teknologi ini digunakan untuk mengecek tingkat kematangan buah hingga memilah durian berdasarkan berat secara lebih akurat.
Penggunaan Teknologi AI dalam Industri Durian Thailand
Langkah tersebut dilakukan pemerintah Thailand melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Inovasi (MHESI). Negeri Gajah Putih itu kini mendorong penggunaan sains dan teknologi canggih demi memperkuat industri durian nasional, mulai dari standar ekspor hingga pengolahan hasil panen.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri MHESI Yodchanan Wongsawat mengatakan, sains dan inovasi digunakan langsung di kebun petani Thailand untuk memperkuat industri durian nasional. Durian dipandang sebagai produk pertanian bernilai tinggi yang masih memiliki potensi besar.
Teknologi AI untuk Peningkatan Daya Saing Durian Thailand
Pemerintah Thailand fokus pada lima strategi utama untuk meningkatkan daya saing industri durian. Penggunaan AI di rumah pengemasan buah modern memungkinkan deteksi kematangan durian dan pemilahan buah dengan lebih presisi. Sementara teknologi nuklir digunakan untuk mendukung ekspor buah dengan cara memperpanjang masa simpan dan membasmi hama karantina.
Thailand juga mengembangkan metode pemeriksaan kualitas tanpa merusak buah dengan teknologi berbasis frekuensi. Selain itu, konsep ekonomi sirkular dari limbah kulit durian juga diterapkan untuk menghasilkan produk berkelanjutan.
Produk minuman berbahan dasar durian seperti jus durian siap minum dan bubuk durian juga dikembangkan untuk memperluas pasar produk durian Thailand.
“Memadukan sains dengan sumber daya yang kami miliki akan meningkatkan nilai durian dan memperbaiki kualitas hidup petani serta membantu Thailand menjadi pusat inovasi buah berkelanjutan,” kata Yodchanan.
(haa/haa)
Add as a preferred source on Google












